3 Manfaat Daun Salam yang Jarang Kamu Tau!

Halo, Teman Sehat! Kamu pasti tau daun salam kan? Yap, daun salam memang udah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu tambahan saat memasak. Aroma dan citarasa dari daun salam yang khas inilah, yang membuat daun salam sering dipakai buat bahan penyedap makanan. Tapi kamu tau ngga? Ternyata daun salam punya manfaat lain loh, selain sebagai bumbu dapur? Mau tau manfaat daun salam apa aja? So, let’s check it out!

Daun salam atau bay leaf merupakan tanaman yang bisa tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi, sehingga daun salam termasuk tanaman yang mudah didapatkan. Daun salam bisa ditanam dengan cara stek batang, cangkok maupun biji. So, kamu ngga akan kesusahan buat menanam daun salam di pekarangan rumah. Kalau kamu perhatikan, daun salam yang sudah mengering, aromanya ngga seharum daun salam yang masih segar. Kenapa? Minyak atsiri yang terkandung di dalamnya sudah banyak yang menguap. Selain mudah didapat dan ditanam, ternyata daun salam juga memiliki manfaat lain yang perlu kamu tau loh, Teman Sehat! Yuk, cek apa aja manfaatnya!

1. Menurunkan pembentukan plak gigi

Teman Sehat, ternyata daun salam mengandung zat tanin, flavonoid dan minyak atsiri, loh. Ketiga zat ini punya manfaat yang berbeda, zat tanin dan flavonoid  yang merupakan bahan aktif, memiliki efek anti-inflamasi (radang) dan anti-mikroba, sedangkan minyak atsiri memiliki efek analgesik (mengurangi nyeri).

Berdasarkan penelitian Wiradona, berkumur dengan air rebusan daun salam, bisa menurunkan pembentukan plak gigi. Kandungan zat tanin, saponin, polifenol, flavonoid dan triterpenoid pada daun salam, bisa menghambat pertumbuhan bakteri penyebab plak gigi seperti, Streptococcus mutans dan Candida albicans, sehingga bisa menurunkan jumlah pembentukan plak gigi dan risiko penyakit rongga mulut.

2. Mengurangi pertumbuhan bakteri

Untuk megurangi pertumbuhan bakteri pada daging ayam segar, biasanya daging ayam disimpan dengan cara didinginkan, dibekukan, dimasak (dipanaskan), atau dengan menambahkan pengawet makanan yang masih bersifat aman (garam atau jeruk nipis). Selain itu, ada cara lain Teman Sehat! Kamu bisa menambahkan daun salam ke ayam yang akan kamu masak. Daun ini akan mengurangi pertumbuhan  bakteri jahat di daging ayam.

Kok bisa? Kandungan zat tanin, saponin, polifenol, flavonoid dan triterpenoid pada daun salam, bisa mengambat pertumbuhan bakteri jahat pada daging ayam, seperti E. coli, Vibrio cholerae, dan Salmonella sp. Selain bisa mengurangi pertubuhan bakteri, daun salam juga bisa memberikan aroma yang khas dan sedap pada daging ayam, tanpa merubah rasa, warna maupun tekstur.

3. Manfaat untuk kesehatan

Ternyata ngga cuma buah dan sayur aja loh, yang bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol jahat (LDL) dan lemak jahat (trigliserida), tapi daun salam juga bisa! Zat antioksidan golongan flavonoid, merupakan jenis antioksidan yang berpotensi mencegah pembentukan radikal bebas. Nah, kuersetin adalah salah satu zat flavonoid golongan flavonol yang bisa menghambat reaksi oksidasi pada kolesterol jahat (LDL). Biasanya, kuersetin terdapat di dalam daun salam, teh, tomat, apel, kakao, anggur, bawang dan daun salam. 

Teman Sehat, sekarang tau kan? Ternyata manfaat daun salam ngga cuma sebagai bumbu masakan, tapi juga bermanfaat buat kesehatan kamu. Yuk, coba manfaatnya di rumah! Nanti, jangan lupa share pengalaman kamu di komen yaa!

Editor & Proofreader : Firda Shabrina, STp.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *