4 Fakta tentang Kafein dalam Olahraga yang Perlu Kamu Tau

Halo Teman Sehat! Kita yang cinta kesehatan, pasti juga cinta olahraga kan?

Nah, banyak yang bilang kalau kafein bisa meningkatkan performa olahraga. Bener ga sih?

Kenalan sama kafein dulu yuk

Seperti yang kamu udah tau, kopi adalah salah satu minuman yang mengandung kafein. Tapi, ternyata masih banyak loh minuman lain yang mengandung kafein.

Kafein adalah zat yang secara alami atau ditambahkan pada minuman atau makanan seperti kopi, teh, kola, air terkafeinasi, jus, sports drinks, sports bars, dan coklat.

Sebelumnya, teman sehat tau ngga? Pada tahun 1972, the International Olympic Committee (IOC) melarang penggunaan kafein karena efek fisiologis kafein terhadap tubuh yang sangat kuat. Kafein akan menstimulasi sistem saraf pusat sehingga membuat seseorang terus merasakan kebugaran secara psikologis.

Akan tetapi, pada tahun 1982, IOC telah menghapus larangan ini karena bagaimanapun, kafein udah terdapat secara alami pada makanan dan minuman yang dikonsumsi. Tapi, IOC menetapkan bahwa penggunaan kafein dibatasi dan akan menjadi tindak pelanggaran apabila didapati sebanyak 12 mikrogram kafein per 1 miliLiter urin pada olahragawan.

Ada 4 pengaruh kafein pada performa olahraga

1. Kafein dan fungsi mental

Kafein dikatakan mampu meningkatkan fungsi kognitif dan kerja saraf. Berbagai bukti menunjukkan adanya peningkatan performa pada jenis olahraga yang melibatkan kemampuan tangan seperti bersepeda dan menembak. Kafein juga mampu meningkatkan pelepasan hormon ephinephrine yang mampu tingkatkan performa olahraga.

kafein dalam olahraga

2. Kafein dan kontraksi otot

Kontraksi otot yang meningkat terjadi akibat adanya pelepasan kalsium pada otot setelah mengonsumsi kafein. Kafein akan mempertahankan kontraksi otot lebih lama dan meningkatkan performa olahraga daya tahan yang membutuhkan kontraksi otot berulang.

3. Kafein dan high intensity exercise

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein mampu meningkatkan waktu tanda kelelahan pada olahragawan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan VO2max yang terjadi setelah kafein dikonsumsi.

4. Kafein dan penghematan energi

Kafein dinilai mampu meningkatkan penggunaan lemak saat berolahraga. Peningkatan proporsi penggunaan lemak akan menghemat penggunaan glikogen otot sebagai energi. Penghematan ini mampu membuat pertahanan kebugaran saat olahraga sehingga olahragawan ngga mudah merasa kelelahan.

Belgium’s Superior Health Council (SHC (2012) menyatakan bahwa konsumsi kafein maksimal 400 mg/hari pada dewasa sehat ngga berpengaruh secara signifikan pada perubahan kesehatan.

Bagi pecinta kopi, konsumsi ini harus diimbangi oleh asupan air putih yang cukup karena adanya efek diuretik, alias bisa membuat kamu sering buang air kecil.  Apakah kamu pecinta kopi? Adakah efek lain yang kamu rasakan setelah minum kopi? Share yuk! (agt&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *