4 Negara Ini Larang Anak Sekolah Kalau Belum Imunisasi

Teman Sehat, kamu udah sering dengar tentang vaksin, vaksinasi, dan imunisasi kan? Apa sih bedanya? Apa tujuannya? Terus, konon kabarnya ada konsekuensi serius yang diterapkan oleh beberapa negara buat anak yang ngga divaksinasi loh. Apa tuh? Check it out!

“Immunization, Power to Protect” (Centers for Disease Control and Prevention)

Tentang vaksin, vaksinasi, dan imunisasi

Berikut ini adalah penjelasan dari US Department of Health and Human Services:

  • Vaksin adalah produk yang menghasilkan imunitas akan suatu penyakit yang diberikan melalui proses vaksinasi, bisa melalui suntikan, droplet di mulut, atau aerosol (udara).
  • Imunisasi adalah proses seseorang dijadikan imun atau resisten, alias kebal, akan penyakit menular tertentu. Biasanya, hal ini dilakukan dengan diberikan vaksin/vaksinasi. Vaksin akan memicu sistem imun seseorang buat melindungi orang tersebut dari serangan infeksi atau penyakit.

“Imunisasi terbukti ampuh buat mengontrol dan menghilangkan penyakit infeksi yang mengancam nyawa dan bisa mencegah 2-3 juta kematian setiap tahunnya,” World Health Organization

Inilah tujuan vaksin

Vaksin bisa mencegah terjadinya wabah penyakit dan melindungi banyak nyawa.

Ketika sejumlah masyarakat diimunisasi, sebagian besar masyarakat akan terlindungi dari penyakit tersebut karena hanya ada sedikit kemungkinan terjadinya wabah

Bahkan, beberapa kelompok masyarakat yang ngga divaksinasi seperti ibu hamil, akan terlindungi. Hal inilah yang disebut sebagai herd immunity atau “imunitas masyarakat” yang bisa mengontrol berbagai macam penyakit menular, seperti influenza, measles (campak), mumps (gondong), rotavirus, dan pneumonia (infeksi saluran napas bagian bawah).

“Cara untuk menang adalah dengan memberikan imunisasi kepada orang sebanyak mungkin sehingga penyakit itu akan menghilang dari masyarakat,” ungkap Dr Tim Lahey, pakar di Dartmouth Institute for Health Policy and Clinical Practice

Larangan sekolah

Sekolah haruslah menjadi tempat yang aman buat semua anak.

“Salah satu cara untuk memastikan bahwa sekolah aman adalah dengan tidak adanya penyakit menular di sekolah. Vaksin sangat membantu mewujudkan itu,” ungkap Dr Tim Lahey

1. German

Badan legislatif di German menetapkan bahwa setiap taman kanak-kanak (TK) wajib melapor kepada Kementerian Kesehatan German apabila ada orang tua murid yang belum mengumpulkan bukti vaksinasi anaknya.

2. Australia

“Anak yang belum divaksinasi tidak boleh ke sekolah dan kelompok yang menyebarkan pesan anti-vaksin akan dihukum,” ungkap ketua Australian Medical Association dalam The Sydney Morning Herald pada 2013 lalu

Negara kanguru ini juga punya kebijakan yang bernama “No Jab, No Payyang artinya, kalau orang tua yang ngga mengikuti jadwal imunisasi dari Australian Childhood Immunisation Schedule secara tepat waktu, maka pemerintah ngga akan membayarkan subsidi buat anak yang terdiri atas FTB-A en-of-year supplement, Child Care Benefit (CCB) dan Child Care Rebate (CCR).

3. United States

Imunisasi adalah persyaratan mutlak buat anak-anak di seluruh negara bagian di United States sebelum masuk sekolah, termasuk di program pre-school. Kalau belum mendapatkan imunisasi secara lengkap dan up-to-date, anak ngga boleh masuk sekolah.

4. Canada

Berdasarkan Immunization of School Pupils Act, anak harus mendapatkan vaksin sebelum masuk sekolah, yang meliputi difteria, tetanus, polio, measles, mumps, rubella, pertussis (batuk rejan), dan meningococcal disease. Bagi anak yang lahir pada 2010 atau setelahnya, vaksin juga harus meliputi vericella (cacar air).

Makin banyak negara yang menerapkan kebijakan itu loh, Teman Sehat. Kamu setuju ngga kalau kebijakan ini diterapkan di Indonesia?

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *