5 Hal yang Memengaruhi Perkembangan Si Kecil

Halo, Teman Sehat! Masih semangat kan puasanya? BTW, bagi orang tua yang bekerja, bulan Ramadan merupakan momen untuk mengetahui lebih banyak tentang tumbuh kembang si kecil. Siapa sih, yang ngga gemas kalau melihat si kecil mengajak berbicara dan bermain.

Walaupun belum bisa berbicara, si kecil mulai mengembangkan perilaku sosialnya sejak lahir. Berawal dari mengenal ibu, ayah, sesama bayi, hingga orang asing di sekitarnya. Lalu, apa aja ya, yang memengaruhi perkembangan sosial bayi? Yuk simak penjelasannya di sini!

1. Ketertarikan

Menurut Robert’s Feldman, ketertarikan pada manusia, tumbuh seiring  dengan respon yang diberikan pengasuh terhadap tanda yang diberikan si kecil, seperti menangis dan tersenyum. Semakin tinggi respons yang diberikan, maka ketertarikan si kecil akan semakin tinggi.

Dampak positifnya, dalam jangka panjang si kecil akan lebih matang secara sosial dan emosional. Tapi jangan khawatir jika si kecil memiliki ketertarikan yang rendah, ngga akan ada kesulitan buat mengatur kemampuan sosial dan emosinya.

2. Peran ayah

Ternyata peran mengasuh si kecil ngga cuma dipegang oleh ibu loh, ayah pun memegang peranan yang penting. Ketika ayah berinteraksi dengan si kecil,  permainan yang dilakukan akan berbeda dengan yang dilakukan ibu. Ayah cenderung membuat kontak dan aktivitas fisik. Sehingga si kecil akan lebih aktif dan berani untuk melakukan aktifitas di luar.

3. Hubungan sosial sesama batita

Ketika menginjak umur dua tahun, si kecil menjadi lebih mandiri dan cenderung untuk bermain dengan temannya. Si kecil akan berinteraksi dengan temannya secara aktif, menyesuaikan kebiasaannya, dan bertukar peran dalam permainan. Seiring bertambahnya umur, si kecil akan belajar mengelola fisik dan emosinya, dengan cara menjadi sopan dan mengontrol ekspresi emosi pada wajahnya. Contohnya, si kecil akan tetap tersenyum saat menerima hadiah yang mengecewakan.

4. Pusat penitipan anak

Bertambahnya jumlah anak yang dititipkan di pusat penitipan anak, akan memengaruhi perkembangannya. Jika pusat penitipan anak memiliki program yang berkualitas baik, maka perkembangannya bisa tercukupi atau bahkan melebihi anak pada umumnya. Tapi, kamu juga harus berhati-hati saat memilih pusat penitipan. Jika ngga cocok, maka anak akan merasa ngga nyaman dan sulit mengembangkan dirinya.

5. Pola asuh orang tua

Ternyata, pola asuh orang tua juga berpegaruh loh, pada perkembangan sosial si kecil. Ada empat pola asuh orang tua menurut Diana Baumrind, yaitu:

  • Otoritarian, pola asuh yang kaku dan meminta kepatuhan absolut dari anaknya. Pola asuh ini akan membuat si kecil ngga bersahaja.
  • Permisif, pola asuh dengan memberikan arahan yang ngga konsisten dan santai. Pola asuh ini akan membuat si kecil jadi ngga dewasa dan kontrol dirinya rendah.
  • Otoritatif, pola asuh yang memberi batasan tetap untuk anaknya. Pola asuh  ini akan membuat si kecil lebih disukai, mandiri, dan kooperatif.
  • Apatis, pola asuh yang menunjukkan sedikit keterikatan kepada anaknya. Pola asuh ini akan menyebabkan si kecil merasa ngga dicintai dan ngga terikat secara emosional.

Nah, sekarang kamu udah tau kan apa aja yang memengaruhi perkembangan sosial si kecil. Ternyata hal-hal kecil yang terkadang dianggap remeh, juga memengaruhi perkembangannya. Yuk, di bulan yang penuh berkah ini, eratkan hubungan kamu dengan si kecil, agar mereka bisa tumbuh dan bersosialisasi dengan baik.

 

Editor & Proofreader : Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *