5 Tanda Bahwa Pekerjaanmu Bisa Membahayakan Kesehatan

Halo Teman Sehat! Apakah rutinitas dan pekerjaanmu menunjang kamu buat sehat, atau malah memperburuk kondisi tubuhmu?

Menurut World Health Organization, definisi sehat atau well-being adalah sehat secara fisik, mental, maupun sosial. Jika salah satu dari 3 aspek tersebut ngga terpenuhi, maka kamu sudah dikategorikan sakit loh!

sibuk

Lingkungan kerja atau pekerjaan tertentu justru membuat pekerjanya jadi hidup ngga sehat. Coba perhatikan 5 tanda ini deh!

1. Pekerjaan dengan jam kerja yang tinggi

Menurut Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, jumlah waktu kerja ideal adalah berkisar 40 jam dalam seminggu. Tapi, dalam sejumlah kasus banyak pegawai yang bekerja lebih dari 40 jam seminggu, plus waktu lembur. Hal ini berdampak buruk pada kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention menunjukan bahwa jam kerja yang panjang serta lembur dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang buruk, peningkatan risiko cedera, lebih sering sakit, dan meningkatkan risiko kematian. Lembur juga berhubungan dengan peningkatan berat badan, konsumsi alkohol, dan rokok.

2. Waktu libur yang sedikit

Sejumlah kantor atau perusahaan sangat membatasi waktu libur atau cuti pekerjanya. Padahal, liburan singkat di tengah-tengah pekerjaan dapat me-recharge energi yang pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas kerja. Penelitian menunjukan bahwa pegawai yang mengambil sebagian atau seluruh waktu liburnya dalam 1 tahun punya performa yang lebih baik, lebih produktif, dan lebih puas terhadap pekerjaannya. Liburan di sela-sela pekerjaan juga merupakan cara untuk menjaga kesehatan mental karena kesibukan yang berulang bisa menimbulkan stres loh, Teman Sehat!

3. Lingkungan kerja yang ngga ergonomi

Menurut Kementerian Kesehatan, lingkungan ergonomi berarti ada penyesuaian antara peralatan dan tempat kerja dengan dimensi tubuh manusia agar pekerja ngga mudah lelah dan enjoy dalam bekerja. Jangan dianggap spele ya Teman Sehat! Kondisi bangku yang nyaman, pencahayaan yang cukup, dan suhu yang pas akan berpengaruh pada kesehatan dan produktivitas kerja. Lingkungan kerja yang ngga ergonomi bisa menimbulkan efek kesehatan jangka pendek ataupun jangka panjang.

4. Lingkungan kerja yang monoton

pekerjaanmu

Selain pekerjaan yang monoton, lingkungan kerja yang monoton juga bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh. Disain kubikel-kubikel yang membatasi ruang gerak, layar komputer di depan mata, temen beda tim yang menjenggkelkan, serta hal-hal umum lainnya bisa berpengaruh pada kesehatan dan produktivitas kamu loh! Penelitian menunjukan desain kantor sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pekerja. desain yang nyaman dan ergonomis akan meningkatkan performa. Ngga heran, banyak kantor yang saat ini telah didesain dengan sangat kreatif.

5. Interaksi sosial yang buruk

Bekerja di sebuah kantor/perusahaan tentu mengharuskan seseorang berinteraksi dengan pekerja lainnya. Tapi, atmosfer interaksi yang buruk bisa menimbulkan ketidaknyamanan yang pada akhirnya bisa menimbulkan stres. Interaksi di lingkungan kerja juga mempengaruhi sifat dan perilaku seseorang.

Jadi, faktor-faktor yang telah diuraikan di atas bisa berpengaruh pada kesehatan atau well-being pekerja. Baik secara fisik, mental, maupun sosial, lingkungan kerja berperan penting dalam menentukan status kesehatan kita. Jadi, kenali ya tanda kalau pekerjaanmu bisa membahayakan kesehatanmu! (agt&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *