5 Tips Aman Makan dan Minum Saat Bencana

Halo Teman Sehat!

Indonesia memang rawan akan kejadian bencana, baik bencana alam (gempa bumi, gunung meletus, banjir, taufan dan kekeringan) maupun bencana non-alam seperti gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Kondisi bencana ini membuat banyak hal nggak bisa berjalan dengan selayaknya keadaan normal. Setelah kita mempersiapkan apa yang harus disiapkan sebelum bencana itu tiba di tautan ini http://linisehat.com/siapkan-4-hal-bencana-alam-datang/, yuk kita cari tahu tentang 5 tips aman makan dan minum saat bencana.

1. Pastikan Keamanan Air Konsumsi

Luapan banjir, gelombang tsunami, lahar dingin, polutan yang terbawa angin taufan, mungkin membuat air yang tersedia di daerah bencana dan pengungsian menjadi nggak aman untuk dikonsumsi. Pastikan benar-benar telah dilakukan pengecekan bahwa air bebas dari cemaran yang sangat mungkin ada di daerah bencana dan pengungsian, seperti mikroba berbahaya, zat kimia berbahaya (sulfur dari letusan gunung berapi), cemaran fisik (lumpur, rumput kecil, kerikil dsb.). Air yang nggak aman sangat berperan besar dalam menyebarkan wabah penyakit.

Kalaupun air sudah memenuhi syarat, nggak berasa, nggak berawarna, nggak berbau dan jernih, merebusnya sampai titik didih akan membantu memastikan bahwa air tersebut aman.

2. Pastikan Alat Masak, Makan dan Minum Bebas Kontaminan

Saat di daerah bencana dan pengungsian, sarana higine dan sanitasi memang sangat terbatas. Namun, itu bukan alasan kita bisa membiarkan alat masak, makan dan minum terkontaminasi. Alat masak harus distrelisisasi dengan cara dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan. Untuk alat makan dan minum, jika memungkinkan gunakan yang sekali pakai. Penggunaan alat makan dan minum berulang di daerah bencana dan pengungsian sangat berisiko meninggalkan sisa makanan dan minuman yang bisa menjadi media bagi mikroba berbahaya untuk tumbuh dan berkembang biak.

3. Pastikan Makanan dan Minuman Bantuan, Belum Kadaluarsa dan Layak Konsumsi

Daerah bencana dan pengungsian adalah daerah yang riuh dengan kepanikan dan kecemasan. Hal-hal kecil seperti memastikan biskuit, mi instan, terigu dari bantuan orang atau lembaga sering terlupakan. Belum lagi, kemasan rusak, gangguan hewan pengerat, juga membuat makanan dan minuman bantuan berisiko memberikan bahaya tambahan di daerah bencana dan pengungsian.

4. Hindari Mengonsumsi Susu Kemasan, Terutama Bagi Bayi dan Anak

Sangat sering terjadi wabah diare, tuberkulosis, difteri dan penyakit infeksi lain terjadi di daerah bencana dan pengungsian, menyusul kejadian bencananya. Dengan kondisi higine dan sanitasi yang rendah membuat daya tahan tubuh terutama bayi dan anak nggak seideal kondisi ini normal.

Susu merupakan media yang paling ideal bagi mikroba berbahaya, termasuk mikroba yang sebabkan diaere, tuberkulosis, difteri dan penyakit infeksi lainnya, untuk tumbuh dan berkembangbiak sebabkan wabah.

Sebagai pengganti susu, bayi dapat disarankan untuk tetap dapatkan ASI, sedangkan anak dapat menggunakan sumber protein lain seperti ikan, telur maupun tempe.

5. Cepat Saji, Mudah Konsumsi

Sebenarnya ada konsep pangan darurat, yakni makanan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan di daerah bencana dan pengungsian. Pangan memenuhi semua kebutuhan gizi, mengenyangkan, mudah dikonsumsi, mudah didistribusikan dan tetap enak. Namun, ketersediaan pangan darurat di Indonesia masih minim. Yang sejauh ini ada adalah makanan dan minuman yang biasa kita konsumsi dalam keadaan normal, digunakan saat di daerah bencana dan pengungsian dengan beberapa penyesuaian.

Makanan dan minuman yang disajikan harus cepat saji karena korban bencana di pengungsian membutuhkan asupan kalori dan zat gizi segera. Makanan dan minuman juga harus dapat dikonsumsi dengan mudah, tanpa perlakukan tertentu milsanya penambahan air panas maupun penambahan saus atau kecap. Cepat saji dan mudah konsumsi juga meminimalisir paparan makanan dan minuman dengan lingkungan sekitar yang juga akan meminimalisir risiko terkontaminasi.

Demikian Teman Sehat, dari kami tentang bagimana 5 tips aman makan dan minum saat bencana. Tips ini bisa kamu gunakan kalau kamu menjadi relawan saat penanganan bencana. Adakah tips dari kami yang terlewat? kalau ada, sampaikan di kolom komentar ya!

Sumber:

  1. Food Safety in Natural Disasters. 2005. International Food Safety Authorities Network (INFOSAN)-WHO.
  2. Health and Safety Concerns for All Disasters. 2017. Centers for Disease Control and Prevention-CDC

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *