Yuk, Kenali Risiko Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil!

Halo, Teman Sehat! Tahukah kamu bahwa ibu hamil berisiko terkena infeksi saluran kemih? Hal ini berkaitan dengan seiring perkembangan janin, posisi kandung kemih di bawah rahim akan tertekan, sehingga ibu hamil berisiko terkena gangguan ini. Nah, kira-kira gangguan ini terjadi pada umur kehamilan berapa, ya? Lalu apakah ada dampak buruknya dalam jangka panjang? Yuk, simak penjelasannya disini!

Gejala ISK pada Ibu Hamil

Persoalan berkemih memang menjadi salah satu aspek penting dalam kesehatan kamu yang menentukan kondisi cairan tubuh. Pada ibu hamil, perubahan hormon dan fisiologis dengan kehadiran calon bayi di dalam rahim juga akan memicu keluhan berkemih.

Tekanan pada kandung kemih membuat ibu hamil sulit mengosongkannya, bakteri pun menumpuk dan menyebabkan infeksi saluran kemih atau ISK. Infeksi saluran kemih ini umumnya disebabkan oleh bakteri Eschericia coli, atau juga oleh penyebab lain seperti virus atau jamur. ISK ini bisa bergejala maupun tidak loh, gejala yang mungkin muncul bisa berupa:

  1. Meningkatnya frekuensi buang air kecil
  2. Rasa nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil
  3. Adanya darah pada urin
  4. Urin beraroma menyengat
  5. Kram perut bagian bawah
  6. Rasa sakit saat berhubungan intim
  7. Keringat dingin, demam dan menggigil.

Bahaya ISK pada Ibu Hamil

Nah, infeksi bakteri di saluran kemih yang ngga tertangani, ternyata bukan cuma menyebabkan ketidaknyamanan yang dirasakan ibu hamil, loh. Bakteri yang menumpuk ini bisa berisiko membuka peluang infeksi ginjal bahkan infeksi sistemik yang menyebar ke organ tubuh lain. Keadaan ini tentunya akan membahayakan janin , karena bisa meningkatkan risiko infeksi pada selaput ketuban, ketuban pecah dini, persalinan prematur dan bayi lahir dalam kondisi berat badan lahir rendah (BBLR).

5 Tips Menghindari ISK

Berikut tips yang bisa kamu aplikasikan untuk menghindari hal ini:

  1. Pastikan tubuh cukup terhidrasi dengan minum air 2 liter atau setara dengan 8 gelas per hari
  2. Jaga kebersihan alat kelamin, pastikan selalu bersihkan kelamin dari depan ke belakang terutama setelah buang air
  3. Hindari menahan buang air kecil, meskipun seiring bertambahnya berat janin maka rasa ingin buang air kecil semakin sering muncul
  4. Gunakan pakaian dalam yang nyaman, ngga ketat, menyerap keringat dan segera ganti jika terasa tak nyaman
  5. Hindari konsumsi alkohol, kafein dan minuman tinggi gula, ganti dengan konsumsi makanan dan minuman yang bisa menurunkan resiko ISK seperti yoghurt atau makanan dan minuman yang mengandung bakteri baik (probiotik) lainnya.

Nah untuk mendeteksinya, pastikan Teman Sehat rutin melakukan kunjungan kehamilan ke dokter dan cek bakteri urin agar segera mendapatkan penangan apabila terjadi infeksi. Stay hydrated and stay healthy, ya! Jangan lupa comment dan share artikel ini jika bermanfaat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

  1. We provide Medical Billing Solutions to practices where we aim to create patient-centered, cost-effective operations for them. Outsourcing your Medical Billing will save money, automate your practice management procedures, and enhance the Revenue Cycle Management model. We help medical practices deliver high-quality patient care and adapt to changing business goals and emerging challenges. In addition, our robust Healthcare Billing Solutions comply with US healthcare industry rules and regulations.
    For more info kindly visit https://www.pyramidsglobal.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published.