Anak Mengalami Intoleransi Laktosa? Baca Ini Sebelum Mengeleminasi Semua Produk Susu!

“Kok anakku sering sakit perut sehabis minum susu? Waduh, jangan-jangan alergi susu!”. Pernahkah Teman Sehat berada di posisi tersebut atau mendengarkan percakapan itu? Sebelum menyimpulkan demikian, ada baiknya Teman Sehat melihat apakah ada gejala lain yang menyertai sakit perut si kecil atau tidak. Pasalnya, ada juga gangguan serupa yang diakibatkan oleh konsumsi susu dan produk turunannya, yaitu intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa VS alergi susu

Intoleransi laktosa merupakan kondisi di mana tubuh ngga punya banyak enzim laktase agar bisa mencerna laktosa (gula dominan dalam susu). Gejala intoleransi laktosa biasanya terjadi antara 30 menit hingga 2 jam setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Gejala yang timbul pada umumnya ringan, ngga spesifik, serta beda-beda tiap pada orang. Umumnya gejala yang dirasakan seperti nyeri perut, kembung, kram, mual, dan diare.

Sementara itu, alergi susu (merujuk pada susu sapi) adalah reaksi imunologis terhadap protein susu yang bisa menyebabkan gangguan bukan hanya pada saluran cerna tapi juga pada kulit, saluran nafas, atau beberapa sistem, seperti anafilaksis sistemik.

Apakah anak dengan intoleransi laktosa harus dijauhkan dari susu dan produk turunannya?

Ngga harus sampai kayak gitu ya Teman Sehat! Jangan lupa kalau susu dan produk turunannya juga kaya akan kalsium yang dibutuhkan anak dimasa tumbuh kembangnya. Kalau sampai mengalami defisiensi kalsium, anak bisa mengalami gangguan pertumbuhan dan mineralisasi tulang.

Produk susu yang bisa ditoleransi oleh penderita intoleransi laktosa adalah produk susu yang kadar laktosanya sedikit, berbentuk padat atau semi padat, seperti keju dan yogurt atau produk susu yang telah dikultur dengan bakteri. Makanan seperti ini mudah ditoleransi karena pengosongan lambung lebih lambat pada makanan jenis ini daripada susu cair.

Strategi untuk mengganti diet anak untuk meminimimalisir gejala intoleransi laktosa

  • Sajikan susu dan produk turunannya dalam jumlah sedikit. Sebagai contoh, berikan anak susu dalam jumlah sedikit (sampai 118 mililiter) dalam satu waktu. Lakukan terus-menerus dalam waktu yang berlainan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang dengan intoleransi laktosa bisa meningkatkan toleransi tubuhnya terhadap laktosa seiring berjalannya waktu.
  • Jadikan teman makan. Biarkan anak mengkonsumsi susu atau produk turunannya bersamaan dengan makanan lain.

  • Temani dan pantau anak saat membeli susu atau produk turunannya. Pastikan kamu membaca label makanan dan membelikan anak makanan atau minuman yang memiliki jumlah laktosa sedikit atau ngga mengandung laktosa sama sekali.
  • Berikan anak tablet enzim laktase sebelum memakan makanan yang mengandung laktosa. Dengan meminum tablet enzim laktase, diharapkan bisa membantu anak mencerna laktosa dalam susu dan produk turunannya. Sedikit catatan, bahwa ngga semua penderita intoleransi laktosa bisa tertolong dengan cara ini.

Anak dengan intoleransi laktosa pada dasarnya masih bisa mengonsumsi susu dan produknya, tapi orangtua harus membimbing anak dalam memperhatikan batas toleransi laktosa yang dimilikinya, bukanya dijauhkan ya! Kalau masih ragu, ada baiknya Teman Sehat segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Boleh juga loh bertanya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *