Apa Jenis Jogging yang Cocok Buat Kamu? Yuk Cek di Sini!

Halo Teman Sehat!

Selain makan yang bergizi seimbang, apa sih yang harus kamu lakukan supaya tubuh tetap ideal dan bugar? Yap, olahraga rutin tentunya.

Olahraga adalah salah satu aktivitas yang wajib banget kita lakukan secara rutin karena selain bisa menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh, olahraga juga bisa bantu kita jadi lebih bahagia loh, Teman Sehat.

jenis jogging

Salah satu olahraga yang gampang dilakukan adalah jogging. Olahraga ini bisa dilakukan secara berulang dalam waktu lama, umumnya sebanyak 3-5 kali seminggu dengan durasi 20 – 60 menit per satu kalinya.

Teman Sehat, buat kamu yang suka jogging, penting juga loh buat meningkatkan performa jogging supaya daya tahan tubuh makin oke. Lalu, gimana caranya?

Yuk, simak dan lakukan beragam jenis jogging ini!

1. Recovery Run

Recovery run adalah lari jarak pendek berkecepatan rendah dan paling relaks diantara lari lainnya. Tujuannya, supaya tubuh kamu makin bugar dan terbiasa lari sambil mempertimbangkan pemulihan. Jenis lari ini biasa dilakukan sesaat setelah lari jarak jauh seperti interval run. Lakukan se-rileks mungkin agar proses pemulihan berjalan optimal ya, Teman Sehat!

2. Base Run

Ini adalah jenis lari jarak pendek-menengah yang biasanya kita lakukan. Tujuannya, untuk membangun ketahanan tubuh. Kamu perlu latihan secara rutin supaya tubuh makin fleksibel, punya kemampuan bernapas, teknik berlari, hingga denyut jantung yang baik.

3. Long Run

Long run adalah jenis base run dengan waktu yang lebih lama. Saat long run, kamu diharuskan lari dalam waktu lama sampai kamu merasa kelelahan. Long run bisa melatih stamina kamu loh, Teman Sehat. Jarak dan durasi long run biasanya disesuaikan dengan kemampuan dan ketahanan setiap orang.

4. Progressive Run

Lari jenis ini diawali dengan base run dengan peningkatan kecepatan seiring pertambahan waktu. Kecepatan paling tinggi ada di waktu akhir dan inilah yang jadi tantangannya, Teman Sehat. Kamu berani coba?

5. Interval Run

Interval run cocok banget buat kamu yang mau melatih kecepatan, stamina, dan ketahanan sekaligus. Selama latihan, kamu bisa mengombinasikan kecepatan penuh, berjalan pelan, dan berdiam ditempat. Berdiam ditempat adalah waktu yang pas buat kamu untuk mendapatkan stamina lagi. Kelebihannya, kamu bisa terhindar dari rasa lelah berlebihan yang dialami pelari pada jenis lari kecepatan tinggi selama latihan.

6. Fatrlek

Kata “fartlek” berasal dari Bahasa Swedia yang berarti speed game. Ini adalah jenis lari kombinasi base run dengan interval run tanpa struktur tertentu. Saat fartlek, kamu bisa atur kecepatan dan jaraknya sendiri. Lari ini cukup efektif buat meningkatkan ketahanan tubuh terhadap rasa lelah di awal waktu siklus latihan lari jarak jauh loh, Teman Sehat.

7. Hill Repeats

Ini adalah jenis lari di atas bukit atau track dengan kemiringan 4-6%. Latihan jenis ini bisa melatih kekuatan, kemampuan pernapasan dan stamina pada saat intensitas tinggi.

8. Tempo Run

Tempo run dilakukan pada kecepatan yang lebih tinggi daripada base run namun konstan. Kamu bisa tingkatkan kecepatan lari setiap kali latihan. Tujuan latihan ini adalah untuk mempertahankan kecepatan selama minimal 20-60 menit secara terus menerus, sesuai kemampuan fisik saat berlari.

Nah, itulah beberapa jenis jogging yang bisa buat daya tahan tubuh kamu makin oke. Jogging yang mana yang berani kamu lakukan, Teman Sehat? (dwi&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *