Apa sih, Hubungan Gandum dan Diet Gluten?

Halo, Teman Sehat! Kamu suka mengonsumsi produk olahan gandum? Beberapa tahun ini, produk ini menjadi makanan yang tren di kalangan masyarakat Indonesia, loh. Alasannya, karena bisa menurunkan berat badan atau ingin mengikuti gaya hidup di Eropa dan Amerika.

Tapi tau ngga sih, ternyata beberapa orang ada yang mengganggap gandum itu ngga baik buat tubuh, bahkan sampai melakukan diet gluten. Bener ngga ya, pernyataan ini? Yuk, simak penjelasannya! Let’s check it out!

Manfaat Gandum

Peningkatan konsumsi gandum sebagai makanan pokok, bisa dianggap baik loh, Teman Sehat, karena bisa meningkatkan kebergaman konsumsi pangan. Gandum, terutama yang utuh (whole grain) memiliki komposisi zat gizi yang bermanfaat buat tubuh, seperti serat, sterol, magnesium, selenium, dan vitamin B.

Bagian tubuh yang paling merasakan manfaatnya adalah organ pencernaan dan jantung. Di dalam tubuh, gandum bisa mengatur lemak dalam darah, mengurangi tekanan darah, mengurangi obesitas, dan menjaga kesehatan usus.

Diet Bebas Gluten

Sekarang ini, di kalangan masyarakat menengah ke atas sedang tren diet bebas gluten (gluten-free diet). Diet ini menganggap bahwa, gluten atau protein yang ada di dalam gandum merupakan salah satu zat yang diduga bisa menyebabkan gangguan pada tubuh.

Secara medis, diet ini memang ditujukan buat kamu yang mengidap penyakit celiac, alergi gandum, sensitif terhadap gluten, sindrom iritasi usus, dan autisme. Tapi, ternyata beberapa orang yang ngga memiliki gangguan ini tetap mengikuti tren diet bebas gluten. 

Wheat belly, si gandum ‘jahat’

Beberapa buku populer menyebutkan, bahwa gandum merupakan salah satu penyebab obesitas yang disebut wheat belly. Obesitas yang diduga disebabkan gandum perlu kamu cermati baik-baik ya, karena beberapa produk berlabel gandum penuh (whole grain), biasanya mengandung gula dan lemak yang tinggi untuk meningkatkan cita rasa. Sehingga produk makanan menjadi padat energi.

Penelitian menunjukkan bahwa, konsumsi gandum olahan bisa meningkatkan jaringan lemak viseral atau lemak perut. Kebanyakan produk pangan biasanya menggunakan gandum olahan seperti mie, roti dan produk lainnya. Sedangkan, jika kamu mengonsumsi gandum penuh, maka jaringan lemak viseral yang terbentuk lebih rendah.

Jika ingin diet

Sebagian orang menganggap bahwa diet bebas gluten bisa mengurangi risiko demensia, karena mengurangi konsumsi glukosa. Selain itu, manfaat yang menjadi favorit di kalangan masyarakat adalah efek penurunan berat badan, walaupun cuma dalam jangka pendek.

Penurunan berat badan disebabkan karena menurunnya konsumsi karbohidrat dan kalori total. Tapi, jika pembatasan konsumsi karbohidrat terlalu ekstrem, maka dampak yang ditimbulkan adalah fungsi otak yang berkurang.

Sebenarnya diet ini cukup sulit jika diterapkan, karena keuntungan yang didapatkan ngga sebanding jika kamu memiliki masalah kesehatan dengan gluten. Yuk, cermati cara diet mu! Karena selagi gandum bisa kamu nikmati, maka ngga ada salahnya buat kamu konsumsi. Kecuali jika kamu mempunyai masalah kesahatan dengan gandum.

 

 

Editor & Proofreader : Firda Shabrina, STP.

 

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *