Apakah Minuman Berenergi Aman untuk Ibu Hamil?

Halo Teman Sehat! Mungkin banyak dari kamu yang bertanya-tanya, aman ngga sih minum minuman berenergi saat hamil? Dalam kondisi tersebut, asupan makanan dan minuman bergizi sangatlah penting bagi seorang ibu karena janin sangat berangantung pada apa yang ibunya konsumsi. Lalu bagaimana dengan minuman berenergi?

Mengenal minuman berenergi

Minuman berenergi bisa didefinisikan sebagai minuman non-alkohol yang mengandung taurine (asam amino), kafein, vitamin, serta bahan lain seperti ginseng – akar tanaman yang dianggap memiliki manfaat kesehatan, dan sering digunakan sebagai stimulan. Komposisi yang terkandung pada sebagian besar minuman berenergi adalah kafein, taurin, glucuronolactone, vitamin B, guaranine, gingko biloba, gingseng, I-cartinine, gula dan antioksidan.

Mengapa wanita hamil harus meminimalisir konsumsi minuman berenergi?

Konsumsi minuman berenergi butuh perhatian khusus, terlebih pada ibu yang sedang mengandung. Kondisi ‘spesial’ seorang ibu membuatnya rentan mengalami gangguan jika terpapar zat-zat tertentu. Nah, berikut alasan kenapa ibu hamil harus meminimalisir atau menjauhi sama sekali minuman berenergi:

Berhenti mengonsumsi kafein secara mendadak memang sulit banget dilakukan, tetapi ibu hamil tetap harus berusaha membatasi diri demi kesehatan sang calon bayi. Dosis aman kafein untuk wanita hamil adalah 200 mg kafein per hari. Menurut survei dari Consumer Reports, minuman energi dapat mengandung hingga 242 miligram kafein per sajian, dibandingkan dengan 100 miligram per 8 ons kopi biasa. Kafein bukan hanya mengganggu pola tidur ibu, tapi juga mengganggu pola tidur janin dalam kandungan. American Pregnancy Association mengatakan bahwa kafein bisa melintasi plasenta ke janin, dimana janin tidak bisa sepenuhnya memetabolisme senyawa tersebut.

  • Gula dan pemanis buatan

Mengonsumsi gula atau pemanis buatan secara berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan secara signifikan. Mungkin naiknya berat badan saat hamil adalah hal yang wajar, tapi ada batas-batas tertentu untuk kenaikan berat badan saat hamil di setiap trisemesternya. Bukan hanya menyebabkan kenaikan berat badan berlebih, gula dan pemanis buatan berlebih juga dapat menyebabkan diabetes gestasional loh!

  • Sodium/Natrium

Secara umum, wanita hamil ngga perlu membatasi asupan natriumnya. Tapi, selama tahap akhir kehamilan, dianjurkan untuk mengurangi konsumsi natrium untuk kenyamanan dan kesehatan ibu dan janin. Satu kaleng (12 ons) minuman berenergi mengandung lebih dari 300 miligram natrium, sehingga membatasi minum minuman berenergi bisa mengurangi asupan sodium bagi tubuh. Sebaliknya, minum banyak air untuk mengeluarkan sodium berlebih bisa membuat pergelangan kaki yang bengkak menjadi lebih baik, yang mana ini merupakan masalah yang umum dialami ibu yang hamil tua.

So, apakah kamu masih mau minum minuman berenergi saat hamil? Putuskan dengan baik ya!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *