ASI Ekslusif Bisa Cegah Obesitas?

Beragam manfaat ASI untuk kesehatan bayi pastinya sudah ngga perlu diragukan lagi kan, Sahabat Sehat? Sudah banyak bukti ilmiah yang menunjukkan pentingnya manfaat ASI salah satunya untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak. Kira-kira, kenapa ya ASI ekslusif bisa mengurangi risiko obesitas pada anak?

ASI ekslusif cegah obesitas pada anak
Foto: Freepik.com

ASI ekslusif

ASI eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi tanpa memberikan cairan atau makanan lain sejak lahir sampai usia 6 bulan. WHO merekomendasikan  pemberian  ASI eksklusif selama 6 bulan kemudian dilanjutkan sampai usia 2 tahun. ASI  merupakan  sumber asupan  terbaik  bagi  bayi,  karena  sudah mengandung semua zat  gizi yang dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai. Selain itu, juga mengandung zat imunologik  yang melindungi bayi dari infeksi, yaitu antibodi yang terkandung dalam kolostrum ASI.

Obesitas pada anak

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, tercatat sebanyak 8% anak usia kurang dari 5 tahun di Indonesia mengalami obesitas yang menjadi faktor risiko beberapa penyakit jantung, diabetes melitus tipe 2, hipertensi dan penyakit lainnya. Selain itu, obesitas pada anak juga akan berdampak pada penurunan prestasi belajar dan kondisi psikososial seperti hal kurang percaya diri. Beberapa faktor yang berperan terhadae kejadian obesitas pada anak adalah faktor genetik, berat badan lahir, kondisi ibu obesitas selama kehamilan, riwayat makan seperti pemberian ASI dan aktifitas fisik.

ASI ekslusif cegah obesitas
Foto: Pexels.com

Peran ASI dalam mencegah obesitas

Pemberian ASI ekslusif merupakan cara sederhana untuk mencegah obesitas pada anak. Kenapa ASI ekslusif bisa cegah obesitas pada anak?

Bayi yang diberi ASI bisa mengatur jumlah asupan susu yang mereka konsumsi, kemampuan mengatur sendiri asupan energi ini berhubungan dengan respons internal mereka untuk menyadari rasa kenyang. Respons internal ini pada anak dengan ASI lebih baik daripada anak yang diberi susu formula.

Kadar hormon insulin dalam darah anak yang diberikan susu formula akan lebih tinggi dan memiliki respon insulin yang lebih panjang dari anak yang diberi ASI. Kadar insulin yang tinggi akan menstimulasi lebih banyak pembentukan jaringan lemak sehingga mengakibatkan bertambahnya berat badan, obesitas dan risiko diabetes melitus tipe 2.

Kadar hormon leptin ditemukan kadarnya lebih seimbang pada anak yang diberikan ASI dibandingkan anak yang diberi susu formula. Hormon leptin memiliki fungsi untuk mengatur lemak dan menghambat nafsu makan dalam tubuh.

ASI eksklusif bukan hanya penting untuk menurunkan risiko obesitas, tapi juga memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Setelah ASI selesai diberikan, orang tua juga perlu tetap memberikan perhatian khusus perihal pola makan sehari-hari karena makanan yang biasa dikonsumsi sejak masa anak-anak akan membentuk pola kebiasaan makan hingga dewasa. Jangan lupa share artikel ini ke sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Ginting, L., & Besral, B. (2020). Pemberian Asi Ekslusif dapat Menurunkan Risiko Obesitas pada Anak Balita. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia1(1). Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmi/article/view/41421

McCarthy, Claire. (2018). The Real Link Between Breastfeeding And Preventing Obesity – Harvard Health. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/the-real-link-between-breastfeeding-and-preventing-obesity-2018101614998.

Palaska, E., Lykeridou, A., Zyga, S., & Panoutsopoulos, G. (2020). Association Between Breastfeeding and Obesity in Preschool Children. Materia socio-medica32(2), 117–122. https://doi.org/10.5455/msm.2020.32.117-122

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. http://www.depkes.go.id/resources/download/infoterkini/materi_rakorpop_20 18/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf

Saputri, E. L., & Syauqy, A. (2014). Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Obesitas Pada Anak. Journal of Nutrition College, 3(1), 1-8. https://doi.org/10.14710/jnc.v3i1.4514 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.