Beragam manfaat ASI untuk kesehatan bayi pastinya sudah ngga perlu diragukan lagi kan, Sahabat Sehat? Sudah banyak bukti ilmiah yang menunjukkan pentingnya manfaat ASI salah satunya untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak. Kira-kira, kenapa ya ASI ekslusif bisa mengurangi risiko obesitas pada anak?

ASI ekslusif
ASI eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi tanpa memberikan cairan atau makanan lain sejak lahir sampai usia 6 bulan. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan kemudian dilanjutkan sampai usia 2 tahun. ASI merupakan sumber asupan terbaik bagi bayi, karena sudah mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai. Selain itu, juga mengandung zat imunologik yang melindungi bayi dari infeksi, yaitu antibodi yang terkandung dalam kolostrum ASI.
Obesitas pada anak
Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, tercatat sebanyak 8% anak usia kurang dari 5 tahun di Indonesia mengalami obesitas yang menjadi faktor risiko beberapa penyakit jantung, diabetes melitus tipe 2, hipertensi dan penyakit lainnya. Selain itu, obesitas pada anak juga akan berdampak pada penurunan prestasi belajar dan kondisi psikososial seperti hal kurang percaya diri. Beberapa faktor yang berperan terhadae kejadian obesitas pada anak adalah faktor genetik, berat badan lahir, kondisi ibu obesitas selama kehamilan, riwayat makan seperti pemberian ASI dan aktifitas fisik.

Peran ASI dalam mencegah obesitas
Pemberian ASI ekslusif merupakan cara sederhana untuk mencegah obesitas pada anak. Kenapa ASI ekslusif bisa cegah obesitas pada anak?
Bayi yang diberi ASI bisa mengatur jumlah asupan susu yang mereka konsumsi, kemampuan mengatur sendiri asupan energi ini berhubungan dengan respons internal mereka untuk menyadari rasa kenyang. Respons internal ini pada anak dengan ASI lebih baik daripada anak yang diberi susu formula.
Kadar hormon insulin dalam darah anak yang diberikan susu formula akan lebih tinggi dan memiliki respon insulin yang lebih panjang dari anak yang diberi ASI. Kadar insulin yang tinggi akan menstimulasi lebih banyak pembentukan jaringan lemak sehingga mengakibatkan bertambahnya berat badan, obesitas dan risiko diabetes melitus tipe 2.
Kadar hormon leptin ditemukan kadarnya lebih seimbang pada anak yang diberikan ASI dibandingkan anak yang diberi susu formula. Hormon leptin memiliki fungsi untuk mengatur lemak dan menghambat nafsu makan dalam tubuh.
ASI eksklusif bukan hanya penting untuk menurunkan risiko obesitas, tapi juga memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Setelah ASI selesai diberikan, orang tua juga perlu tetap memberikan perhatian khusus perihal pola makan sehari-hari karena makanan yang biasa dikonsumsi sejak masa anak-anak akan membentuk pola kebiasaan makan hingga dewasa. Jangan lupa share artikel ini ke sekitar kamu, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
