Ini Cara Mengolah Daging yang Tepat, supaya Tetap Sehat!

mengolah daging

Teman Sehat, hari raya Idul Adha sudah tiba nih! Pada saat Idul Adha, sebagian besar orang banyak yang makan daging, tapi sebagian lainnya menghindari untuk makan daging karena ketakutan akan suatu penyakit.

Tapi, taukah kamu? Salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap sehat walaupun mengonsumsi daging adalah dengan memperhatikan cara mengolah daging yang akan kita santap.

Bagaimana sih cara mengolah daging yang baik?

Ini nih 3 saran cara mengolah daging yang tepat. Yuk, simak!

1. Hindari pembakaran

Teman sehat, tahukah kamu bahwa proses pemasakan dengan pembakaran membuat daging menjadi tidak sehat? Mengapa seperti itu? Pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi dapat membentuk senyawa lain yang bersifat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Tidak hanya daging, makanan lain pun menjadi berbahaya ketika diolah dengan pemanasan sangat tinggi.

2. Batasi penggunaan garam

Garam biasa digunakan sebagai pengawet, namun lebih sering dijadikan untuk meningkatkan rasa. Penggunaan garam yang berlebihan berkaitan dengan penyakit darah tinggi dan penyakit jantung. Penggunaan garam dalam pengolahan masakan umumnya baik baik saja, namun penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan bahaya. Seperti anjuran pedoman gizi seimbang, penggunaan garam dianjurkan tidak lebih dari 6 gram atau 1 sendok teh sehari.

3. Gunakan metode pemanggangan atau perebusan

Pengolahan daging dengan cara memanggang dan merebus jauh lebih baik dibandingkan dengan menggoreng. Pengolahan daging dengan menggoreng dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh yang didapat dari minyak goreng. Daging akan tetap sehat bagi tubuh jika ditumis menggunakan sedikit minyak goreng, minyak zaitun atau minyak kedelai.

Selain memperhatikan cara mengolah daging, pastikan 1 hal nih Teman Sehat:

Batasi makan daging olahan yuk!

Daging olahan adalah daging yang sudah melalui berbagai metode pengolahan, seperti sosis, bakso, atau makanan beku lainnya.

Mengapa perlu membatasi konsumsi daging olahan? Perlu teman sehat tahu, daging olahan telah mengalami proses pengawetan, diantaranya pengolahan degan suhu tinggi dan juga penambahan natrium. Sehingga daging olahan lebih banyak mengandung natrium dibandingkan dengan daging segar.

Penelitian menunjukan tidak adanya hubungan  antara konsumsi daging segar dengan penyakit jantung dan diabetes, namun berkaitan erat dengan daging olahan.

Beberapa penelitian menunjukan hubungan antara konsumsi daging olahan meningkatkan resiko kanker terutama kanker usus besar.

Nah, apakah kamu siap menjalankan lebaran Haji dengan lebih sehat? (agt&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *