Bahaya Ngga Sih Mengurangi Makan Saat Diet?

Hai Teman Sehat! Kamu sedang melakukan diet untuk menurunkan berat badan? Sudah mencoba mengurangi makan tetapi berat badan malah naik?juga melakukan berbagai macam metode diet tetapi belum juga mendapatkan hasil maksimal. Yakin cara dietmu sudah benar?

Banyak loh di antara Teman Sehat yang tidak menyadari bahwa ada berbagai hal yang menyebabkan penurunan berat badan tidak tercapai. Yuk simak ulasan berikut ini :

1. Mengurangi makan bukan jenis tetapi porsinya

Diet sangat identik dengan mengurangi makan, bukan? Langkah pertama yang terbersit olehmu saat ingin menurunkan berat badan pastilah dengan membatasi makan.  Tentu tidak ada yang salah dengan mengurangi atau membatasi makan tersebut. Namun, cara mengurangi makanlah yang perlu kamu lihat lagi. Kebanyakan perempuan yang melakukan diet untuk menurunkan berat badan cenderung mengurangi porsi makan dan membatasi jenis makanan yang dimakan.

Misalnya dengan sama sekali tidak mengonsumsi makanan sumber karbohidrat, tidak memakan sumber protein, atau lebih ekstrim tidak makan sama sekali seharian dan menggantinya dengan minum air putih saja sebanyak-banyaknya. Kamu pun menduga bahwa dengan mengurangi makan seperti itu, kamu tetap dalam pola makan sehat sebab kamu lebih banyak memakan makanan sumber serat, vitamin, dan mineral seperti buah dan sayur.

Nyatanya pola makan “sehatmu” bukanlah pola makan yang benar. Dalam pedoman gizi seimbang, kita sangat dianjurkan untuk memakan makanan dengan variasi jenis dan zat gizinya. Kita tetap harus memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral.

Nah begitu pun saat kamu sedang diet, kecukupan zat gizi tetap harus kamu penuhi. Teman Sehat dapat melakukannya dengan mengurangi porsi makan tetapi tetap memakan berbagai sumber zat gizi.

Teman Sehat mungkin ada yang berhasil menurunkan berat badan dengan caramu. Namun, tidak dipungkiri mengurangi makan secara total saat diet bisa membuat kamu mengalami gejala pusing, lemas, atau gangguan kesehatan lainnya atau kamu merasakan sangat lapar sebab tidak makan benar dalam periode lama dan akhirnya tubuhmu merespon untuk makan lebih banyak. Nah, kalau sudah begini kamu gagal merencanakan diet untuk menurunkan berat badan kan?

2. Jangan sepelekan olahraga atau aktivitas fisik

Tanpa kita sadari, semakin majunya teknologi semakin membuat kita malas bergerak. Aktivitas kita pun lebih banyak pada menatap layar monitor dan memainkan jari-jemari kita pada gadget. Seolah kita menjadikannya sebagai aktivitas fisik yang sama seperti berolahraga. Jika kita membagi waktu kita dalam satu hari, kebanyakan kita akan menghabiskan waktu kita untuk duduk atau berbaring. Kita misalkan 8 jam waktu duduk di sekolah/kantor, 4 jam untuk waktu berangkat dan pulang menggunakan kendaraan pribadi seperti motor, sesampainya di rumah kita menghabiskan waktu dengan memainkan gadget/menonton televisi, dan diakhiri dengan tidur.

Aktivitas fisik kita pun belum menggunakan bagian-bagian tubuh lainnya. Bagaimana kalori dalam tubuh kita akan terbakar? Apalagi untuk Teman Sehat yang sedang melakukan diet. Apabila sudah mengurangi makan tetapi tidak dibarengi dengan aktivitas fisik yang cukup, seperti jalan santai/lari/senam, atau lainnya, yakin dietmu berhasil? Pastinya tidak adanya keseimbangan antara energi yang masuk melalui makanan dengan energi yang dikeluarkan melalui aktivitasmu. Lemak pun tidak terbakar melainkan menumpuk dan menjadi timbunan alias berat badanmu malah bertambah.

Nah, yuk sadari 2 hal sederhana tadi yang pengaruhnya besar untuk dietmu. Selalu makan dengan benar dan aktivitas fisik yang cukup agar berat badanmu turun dan kamu tetap sehat. Bagaimana pendapat Teman Sehat, Yuk share di kolom komentar!

 

Editor & Proofreader: Asiyah Mutmainnah S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *