Bayi Sering Rewel? Mungkin Ini Penyebabnya

Halo Teman Sehat! Menangis adalah salah satu cara berkomunikasi bagi bayi. Tangisan bayi kerap dikaitkan dengan kondisi tertentu seperti lapar, lelah, ngga nyaman, popok yang basah, maupun sakit. Ketika penyebab tangisan tersebut udah ditangani, harusnya bayi kembali dalam keadaan tenang. Tapi, kok ada ya bayi yang terus-terusan nangis sampai bikin orang tuanya bingung?

Pada beberapa bayi, mereka tetap menangis walaupun seluruh kebutuhannya telah terpenuhi. Bahkan tangisan semakin keras dan menjadi-jadi. Terkadang bayi menaikkan kakinya dan mengeluarkan gas saat menangis tersebut. Nah, buat orang tua harus berhati-hati ini, karena ternyata hal itu dapat menjadi salah satu gejala dari kolik pada bayi loh!

Sekitar 4 dari 10 bayi mengalami kolik

Apakah itu kolik?

Kolik adalah istilah yang umumnya digunakan pada bayi yang terus-menerus menagis dalam jangka waktu tertentu dan ngga bisa ditenangkan. Kebiasaan menangis ini umumnya mulai terjadi pada usia 2-3 minggu dan bisa berhenti saat menginjak usia 3 atau 4 bulan. Kolik disebabkan oleh berbagai hal seperti:

  • bayi mudah lelah terhadap lampu, suara, dan stimulus lain yang diterima
  • sensitif terhadap makanan yang dimakan ibu seperti kedelai atau susu, jika menerima ASI
  • bayi mengalami kesulitan menenangkan diri sendiri

Bagaimana gejala kolik?

Teman Sehat harus mulai waspada jika si kecil mengalami gejala-gejala berikut:

  • Bayi mulai menangis secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas
  • Umumnya tangisan dimulai pada sore hari, tapi ngga menutup kemungkianan pada waktu lain
  • Bayi menangis hingga lebih dari tiga jam sehari, pada lebih dari tiga hari seminggu, pada lebih dari tiga minggu
  • Kadang-kadang memiliki perut bengkak dan mungkin menarik kaki ke dada  dan mengeluarkan gas
  • Sulit untuk ditenangkan saat periode menangis

Apa aja yang menyebabkan kolik?

Kolik bukan merupakan penyakit, setiap bayi memiliki risiko yang sama terkena kolik. Bayi berisiko mengalami kolik jika memiliki kebiasaan berikut :

  • Makan teralu banyak atau sedikit
  • Makan terlalu cepat atau menelan gas sehingga memiliki banyak gas dalam pencernaannya
  • Memiliki alergi terhadap susu formula atau pada makanan yang dikonsumsi ibu
  • Tinggal dilingkungan yang penuh stress
  • Mulai makan sereal atau makanan keras terlalu cepat

Nah, ternyata banyak hal sederhana yang bisa memicu tangisan bayi. Buat Teman Sehat yang udah atau akan memiliki bayi, ngga ada salahnya mulai memahami bagaimana teknik menenangkan bayi. Saat bayi menangis karena kolik jangan sampai membuat dirimu stress ya! Sebaliknya cobalah membuat diary kolik untuk memperkirakan periode tangisan, modifikasi pola asuh, atur waktu khususmu agar ngga stress saat bayi mulai menangis, serta berkomunikasi dengan keluarga dan tenaga kesehatan. Kamu punya tips buat menangangi masalah kolik pada bayi? Yuk, share dengan mengisi kolom komentar di bawah ini!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *