Berapa Banyak Telur yang Boleh Dikonsumsi Anak-Anak?

Halo Teman Sehat! Sebagai orang tua, kita sering merasa khawatir dengan masalah kesehatan si buah hati. Apa yang mereka makan, di lingkungan seperti apa mereka bermain, dan siapa temannya, sering menjadi perhatian khusus bagi para orang tua. Soal makanan, sering menjadi poin nomor 1 bagi orang tua. Hal ini karena anak sedang dalam masa tumbuh-kembang yang tentu membutuhkan makanan bergizi.

Telur

Telur menjadi salah satu makanan yang sering dipilih. Kandungan folat, vitamin A, zat besi, yodium, zink, dan omega 3 bermanfaat untuk menjaga kesehatan pada anak. Telor juga merupakan sumber protein yang membantu pertumbuhan.

Satu butir telor ukuran sedang (60 g) mengandung protein 6.35 g, vitamin A 129.5 mikrogram, folat 48.5 mikrogram, Zinc 0.25 mg, zat besi 0.85 mg, yodium 21.5 mikrogram, dan omega 3 57 mg.

Selain kaya akan berbagai zat gizi, telor juga umumnya disukai oleh anak dan bisa diolah menjadi beragam menu makanan yang lezat dan menarik.

Kolesterol dalam telur

Namun, kandungan kolesterol yang tinggi dalam telor, sering menjadi kekhawatiran banyak orang. Satu butir telor ukuran sedang mengandung kolesterol sekitar 186-200 mg. Kekhawatiran ini umumnya karena kandungan kolesterol dalam telor, yang dipercaya selama ini, sebagai senyawa yang berbahaya bagi kesehatan.

Teman Sehat pasti ngga ingin kalau anak tercinta mengalami masalah kesehatan. Oleh karenanya sering muncul pertanyaan mengenai berapa banyak telor yang boleh dikonsumsi oleh anak agar anak tetap sehat.

Berapa banyak telur yang boleh dikonsumsi?

The Australian Dietary Guidelines tahun 2013 mengelompokan telor ke dalam lean meats dan meat alternatives. Rekomendasi yang dianjurkan untuk kelompok ini, untuk anak dan dewasa adalah 1-3 porsi perhari tergantung usia dan jenis kelamin.

Sementara itu, rekomendasi dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dari Indonesia, telur masuk dalam kelompok pangan sumber protein. Pangan sumber protein dianjurkan dikonsumsi 2-4 porsi per hari.

Sebagai gambarannya, dalam satu hari Teman Sehat bisa menyediakan ceplok telur mata sapi 1 porsi di pagi hari, 1 porsi ikan panggang pada siang hari, dan 1 porsi ayam goreng tanpa kulit. Dengan menu tersebut sudah sesuai dengan rekomendasi protein hewani yang dianjurkan yaitu 3 porsi perhari, baik oleh The Australian Dietary Guidelines maupun dari Pedoman Gizi Seimbang (PGS).

Terkait berapa banyak telor yang boleh dikonsumsi setiap hari untuk anak, tidak ada penjelasan yang spesifik. Tetapi berdasarkan hasil penelitian terbaru, konsumsi 1 butir telur setiap hari ngga menimbulkan masalah kesehatan pada populasi umum.

Jadi sekarang, Teman Sehat bisa tenang untuk memberikan satu butir telor setiap hari kepada si buah hati. Dan jangan lupa untuk tetap memberikan makanan yang beragam setiap hari ya, terutama perbanyak buah dan sayur. Yuk, share idemu terkait pola makan sehat buat si kecil dengan mengisi kolom komentar di bawah ini!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *