Cara Memasak Daging yang Mungkin Belum Kamu Ketahui!

Halo Teman Sehat! Kamu suka makan daging? Nah, menjelang musim qurban ini, apa kamu udah siap buat mengolah banyak daging yang mungkin kamu dapetin, Teman Sehat? Yap. Kalau kamu udah menyiapkan menu daging yang lezat buat disantap, bagaimana soal keempukkannya, Teman Sehat? Daging yang lezat adalah daging yang dapat dikonsumsi tanpa harus bersusah payah memotongya kan. Mau tau cara supaya masakan dagingmu terasa empuk dan lezat? Check this out!

Kamu udah tau kan, Teman Sehat kalau derajat keempukan daging tergantung pada kepadatan jaringan ikat dan keuletan serat otot. Hal ini berkaitan juga dengan usia hewan, Teman Sehat! Daging kambing biasanya lebih empuk daripada daging kerbau dan potongan daging dari bagian punggung seperti sirloin juga akan lebih empuk daripada daging paha yang selama hidup ternak banyak menjadi bagian pelaku aktivitas otot. Sebaiknya, daging dipotong sesuai dengan alur seratnya sebelum dimasak agar terasa lebih empuk.

Ketahui 4 cara memasak daging agar terasa lebih empuk!

1. Merebus dan menanak

Selama pemasakan dengan perebusan, panas akan dialirkan melalui air ke dalam daging. Hal ini membuat aroma dan zat gizi daging larut di dalam air rebusan. Proses pemasakan dengan menanak (mengetim) juga bisa mencegah kehilangan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan dengan cara direbus.

2. Memasak dengan tekanan

Cara memasak daging dengan tekanan akan membuat daging lebih empuk dalam waktu yang lebih cepat. Cara ini menggunakan panci khusus yang tekanan uapnya dapat diatur.

3. Membakar dan menggoreng

Nyala api dan panas api yang sedang akan membuat daging jadi matang merata. Saat dibakar, sari daging akan keluar dan mengering pada permukaan daging sehingga zat gizi yang hilang lebih sedikit. Cara memasak dengan digoreng membuat minyak akan merembes masuk ke dalam daging sehingga kalori daging tersebut akan bertambah. Hal ini penting banget buat kamu perhatikan ya, Teman Sehat!

4. Memasak dengan gelombang mikro

Metode memasak yang satu ini jarang digunakan karena panas ngga dihantarkan dari luar ke dalam daging tetapi diciptakan dari dalam daging itu sendiri. Daging akan dipancarkan radiasi elektromagnetik yang membuat molekul air dalam daging mengalami osilasi. Osilasi akan menghasilkan energi panas yang membuat makanan menjadi matang. Pemasakan dengan cara ini ngga akan membuat daging hangus dan berwarna kecoklatan.

Jadi, cara memasak yang mana yang kamu gemari? Sandingkan daging kurbanmu dengan buah dan sayur dan olahraga yang teratur agar tubuhmu makin sehat dan bugar setiap harinya!

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *