Efektivitas Imunisasi untuk Pencegahan Difteri

Halo Teman Sehat! Artikel kali ini masih membahas seputar difteri. Nah, kali ini kita akan fokus pada imunisasi sebagai salah satu cara yang dianggap paling efektif untuk mencegah infeksi penyakit yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae ini.

Difteri menyerang membran hidung, tenggorokan, atau laring dan ditandai dengan pembentukan pseudomembran yang berwarna putih kelabu, disertai demam, nyeri dan bila mengenai laring akan disertai dengan afonia dan penyumbatan jalan nafas. Jangankan untuk menelan makanan, kebanyakan pasien bahkan mengalami obstruksi jalan nafas dan komplikasi lainnya, jadi kebayang kan sakitnya seperti apa? Saat ini cara terbaik untuk mencegah difteri adalah dengan imunisasi, lalu apa itu imunisasi dan bagaimana cara kerjanya?

Apa itu Imunisasi?

Imunisasi menurut kamus saku kedokteran Dorland adalah proses membuat objek (virus, bakteri, dan agen infeksi lainnya) menjadi imun. Imunisasi sendiri dibagi menjadi 2 jenis; imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Imunisasi aktif adalah perangsangan dengan antigen spesifik untuk menginduksi respon imun, sedangkan imunisasi pasif adalah perangsangan respon imun spesifik dari sel limfoid tersensitisasi atau serum dari orang yang imun atau kebal.

Apa perbedaanya dengan vaksin?

Secara sederhana bisa dibilang kalau imunisasi adalah proses pemberian antigen tertentu untuk meningkatkan kekebalan spesifik, sedangkan vaksin adalah suspensi mikroorganisme penginkfeksi yang dilemahkan yang diberikan untuk mencegah, meringankan atau mengobati penyakit menular. Jadi kalau vaksin adalah bakteri yang dilemahkan maka imunisasi adalah proses pembentukan imun tubuh.

Kandungan Vaksin

Vaksin difteri didasarkan pada toksoid difteri, toksin bakteri modifikasi yang menginduksi antibodi antitoksin protektif tipe IgG. Penghasil toksin C.diphtheriae ditanam di media cair dan toksin diubah menjadi toksoid yang tidak aktif dengan proses pembuatan menggunakan formalin. Toksin ini diserap ke garam aluminium sebagai bahan pembantu dan thiomersal ditambahkan sebagai pengawet untuk botol multidosis. Toksin difteri merupakan salah satu vaksin teraman yang tersedia. Individu dengan tingkat antibodi toksin anti-difteri lebih dari 0,1 IU / mL dianggap terlindungi sepenuhnya dari penyakit. yang satu ini.

Waktu Pemberian Imunisasi

Imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 dosis pada bayi ditambah dengan imunisasi lanjutan pada Batita dan siswa Sekolah Dasar, sehingga bisa memberikan kekebalan terhadap penyakit ini. Imunisasi lengkap bisa melindungi anak dari wabah, kecacatan dan kematian. Terlebih, imunisasi ngga membutuhkan biaya besar, bahkan di Posyandu anak-anak mendapatkan imunisasi secara gratis.

efektifitas imunisasi

Difteri ini ngga sebatas penyakit infeksi aja loh Teman Sehat! Difteri juga bisa menyebabkan komplikasi dan kematian. Hal ini dikarenakan toksin yang dihasilkan bakteri ini masuk ke peredaran darah dan ke otot jantung sehingga menyebabkan kelumpuhan otot jantung bahkan kematian. Toksin ini cuma bisa dihentikan dengan pemberian anti difteri serum pada penderita. Jadi jangan ragu untuk mengimunisai si kecil ya, karena mencegah lebih baik daripada mengobati!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, S.Gz

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *