Hari Kusta Sedunia : Yuk Kenali Kusta dan Cara Pencegahannya

Halo Teman Sehat! Taukah kamu pada setiap minggu akhir di bulan Januari diperingati sebagai Hari Kusta Sedunia, pada tahun ini Hari Kusta Sedunia diperingati pada tanggal 28 Januari 2018 loh. Nah, bagi kamu yang belum tau dan ingin lebih aware dengan kusta yuk simak ulasan berikut ini.

Apa itu Hari Kusta Sedunia?

Hari Kusta Sedunia diperingati dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit kusta dan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK), hal ini menjadi momentum bahwa OYPMK membutuhkan dukungan dari masyarakat karena kuatnya stigma, seringkali membuat OYPMK dikucilkan, dijauhi, diasingkan dan didiskriminasi. Oleh karena itu mereka membutuhkan dukungan dari berbagai belah pihak agar mendapatkan perlakuan serupa seperti orang lain pada umumnya.

Apa itu penyakit kusta?

Ngomong-ngomong tentang kusta, kusta adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi, kulit, dan jaringan tubuh lainnya. Penyakit kusta dapat menyebabkan masalah yang kompleks bukan hanya dari aspek kesehatan saja melainkan juga dari status sosial, ekonomi, budaya, ketahanan dan keamanan nasional.

Pada tahun 2013, Indonesia menempati angka tertinggi nomor 3 dengan penyakit kusta terbanyak setelah India dan Brasil. Salah satu program pemerintah 2014-2019 adalah meningkatkan jumlah provinsi bebas kusta dari 20 provinsi menjadi 34 provinsi, dengan cara melakukan pencegahan dan deteksi dini secara intensif di 14 provinsi yang memiliki penderita kusta.

Bagaimana tanda-tanda kusta dan penyebarannya?

Penyakit kusta merupakan penyakit menular tapi tidak mudah menular dikarenakan perlu adanya kontak terus-menerus dalam waktu yang panjang sehingga seseorang bisa tertular penyakit kusta. Penyakit ini sebenarnya dapat disembuhkan tanpa cacat apabila penderita ditemukan dan diobati secara dini.

Biasanya tanda-tanda orang menderita kusta adalah adanya bercak keputihan seperti panu namun tidak gatal, atau bercak kemerahan yang mati rasa dan penebalan saraf tepi disertai  gangguan fungsi, bila teman menemukan hal seperti ini pada tubuh atau pada teman dan keluarga segera melaporkan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk dapat diobati lebih dini.

Dampak kusta jangka waktu lama?

Bila seseorang sudah mengalami kusta dalam jangka waktu yang lama, hal ini akan membuat kecacatan permanen dan tampak menyeramkan bagi masyarakat dan sebagian orang yang melihat merasa jijik, bahkan ada orang yang takut secara berlebihan sehingga disebut leprophobia. Untuk pencegahannya kita dapat segera melapor bila ada tanda-tanda kemunculan terjadi dan menghindari kontak fisik yang terlalu lama dengan penderita kusta namun tetap menghormati dan menghargai penderita.

Teman sehat, mulai sekarang kita bisa lebih aware lagi terhadap diri dan keluarga ya, kenali tanda-tanda penyakit kusta dan cegah namun tetap menghargai OYPMK!

 

Editor & Proofreader : Asiyah Mutmainnah, S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *