Inilah 3 Tips Menyimpan ASI dengan Benar!

Halo Teman Sehat!

Bekerja atau berpergian tanpa buah hati karena suatu hal bukan jadi halangan sang ibu buat memenuhi kebutuhan gizi buah hatinya. Yap, walaupun ASI lebih baik diberikan dalam kondisi segar dan langsung dari tubuh ibu, terkadang dalam kondisi tertentu, seorang ibu terpaksa harus menyimpan ASI sebagai cadangan asupan gizinya ketika buah hati ngga memungkinkan buat diajak pergi.

Ibu yang pintar biasanya akan mengusahakan pemberian ASI eksklusif sampai dengan dua tahun pada bayinya. Kondisi tubuh bayi yang sangat rentan terserang penyakit mengharuskan ibu untuk selalu menjaga ASI cadangannya bebas dari kontaminan. Lalu, gimana sih cara menyimpan ASI yang baik?

Yuk simak tips sehat menyimpan ASI!

1. Menempatkan ASI pada botol atau dot

Teman Sehat, jangan pernah menyimpan ASI yang telah diperah dalam kantung plastik. Plastik mudah pecah dan membesar ketika masuk ke dalam freezer. Setelah diperah, ASI harus segera ditutup buat mengurangi interaksi dengan udara yang memudahkan adanya kontaminasi bakteri.

 

2. Memberi label tanggal pemerahan

Ternyata, label pada botol ASI juga penting loh, Teman Sehat! Pelabelan akan memudahkan ibu buat memilih ASI mana yang sebaiknya dihabiskan lebih dulu. ASI bisa bertahan lebih dari satu minggu kalau ditutup dengan rapat.

3. Tempat penyimpanan ASI harus steril

Hasil gambar untuk botol BPA free

Yap, kamu pasti udah tau kan kalau botol ASI harus selalu dibersihkan begitu pula dengan tempat penyimpanan botol ASInya?. Tempat penyimpanan botol ASI harus steril dan selalu dipastikan suhunya agar ngga terlalu rendah atau terlalu tinggi. Ibu juga wajib membersihkan botol ASI pakai sabun dan air hangat sampai tahap pembilasan.

Selain itu, jangan lupa juga untuk mensterilkan botol ASI dan mengeringkannya terlebih dahulu ya, Teman Sehat!  Gunakan plastik berlabel BPA-free karena aman kalau terkena panas. Lembaga pengawas obat dan makanan Amerika Serikat menyatakan bahwa BPA berbahaya buat kesehatan. Apa sih potensi bahayanya?  

  1. BPA bisa mengganggu fungsi normal hormon serta perkembangan bayi.
  2. BPA dikhawatirkan bisa mempengaruhi otak serta perilaku bayi.
  3. Potensi paparan BPA dengan meningkatnya risiko menderita kanker.
  4. BPA dikhawatirkan bisa mengganggu fungsi normal jantung.

Nah, gampang kan buat kamu yang ingin menyimpan cadangan ASI. Jadi, apa cara kamu menyimpan ASI selama ini udah baik? Yuk, share di kolom komentar! (dwi&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *