Inilah 6 Program Kesehatan Terkemuka Sejak Republik Ini Berdiri

Halo Teman Sehat! Merdeka!

Republik yang berdiri atas jasa para pahlawan kesehatan ini nggak serta merta langsung memiliki status kesehatan yang baik loh. Perlu upaya keras dari pemerintah untuk ewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat berprestasi. Simak nih beberapa diantaranya!

1. Fogging Malaria Pertama (1963)

Tahun 50-an penyakit malaria mewabah, akibatnya ratusan ribu jiwa meninggal akibat penyakit tersebut. Pemerintah yang saat ini masih dipimpin oleh Presiden Soekarno, pun dibuat kebingungan dengan serangan malaria. Hingga akhirnya dibentuk, instansi khusus untuk fokus menanganinya. yakni Dinas Pembasmian Malaria (DPM). Pada akhir 1963, untuk pertama kalinya dilakukan fogging dilakukan ke rumah-rumah penduduk di Lampung, Jawa, dan Bali. Program ini sukses, sekitar 64,5 juta penduduk pada saat itu bisa mendapat perlindungan dari serangan malaria.

Setahun kemudian, tepatnya 12 November 1964, Presiden Soekarno melakukan fogging nyamuk malaria secara simbolis di Desa Kalasan, Jogjakarta. Sejak peristiwa monumental itu, sampai saat ini, 12 November ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Nasional.

2.  Keluarga Berencana (1975)

Dua anak cukup! Slogan terkenal itu pertama kali dikenalkan tahun 1973 bersama dengan keluarnya program Keluarga Berencana (KB).

KB adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Perencanaan jumlah keluarga dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Sekarang program ini mulai didengungkan kembali, namun udang nggak melakukan pembatasan jumlah anak.

3. Fortifikasi Iodium (1994)

Udah pernah dengar tentang fortifikasi? Mungkin banyak yang belum mafhum dengan istilah itu. Namun, pasti pernah dengar tentang Garam ber-Iodium? Ituloh yang ada segitiga biru di kemasannya.

Fortifikasi, sederhananya adalah menambahkan zat gizi tertentu ke dalam bahan pangan tanpa mengubah rasa, warna, tekstur dan aspek fisik lain dari makanan tersebut.  

Fortifikasi pertama kali di Indonesia dilakukan dengan menambahkan Iodium pada garam. Hal ini didasarkan kepada tingginya angka gondokan yang merupakan salah satu fase parah dari GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium). Sekarang fortifikasi dikembangan dengan zat gizi lain seperti vitamin A pada minya goreng, zat besi pada pada terigu, dan multi mineral pada beras.

4. Pemberian Makanan Tambahan-Anak Sekolah (1997)

Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) adalah program perbaikan asupan gizi peserta didik di jenjang TK dan atau SD daerah-daerah tertinggal. Ingat betul, penulis yang memang tinggal di daerah tertinggal terdampak program ini.

Pemrosesan makanan diserahkan ke ibu-ibu PKK. Makanan yang sering digunakan untuk PMT-AS adalah kue kastur, bubur kacang hijau, pisang goreng dan susu. Sampai saat ini program ini masih berlanjut, dengan fokus kepada anak-anak di daerah tertinggal yang udah semakin mengecil luasannya.

5. 4 Sehat 5 Sempurna (1995)

Empat Sehat Lima Sempurna adalah salah satu kampanye kesehatan terbaik yang dilakukan pemerintah untuk membuat masyarakat memahami pola makan yang benar. Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna, makanan dibagi atas empat sumber gizi penting, yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur-mayur, buah-buahan, dan disempurnakan dengan susu bila mampu, menjadi lima sempurna. Konsep ini menekankan pentingnya empat golongan makanan berupa sumber kalori untuk tenaga, protein untuk pembangun, sayur dan buah sumber vitamin dan mineral untuk pemeliharaan.  

Eh, udah tau kan ya kalau sekarang 4 Sehat 5 Sempurna udah ke Gizi Seimbang sekarang?. Emang apa bedanya? http://linisehat.com/bye-bye-4-sehat-5-sempurna/ 

6. Jaminan Kesehatan Masyarakat (2008)

Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) menjamin semua golongan masyarakat memiliki jaminan pelayanan kesehatan yang layak. Jamkesmas memungut iurannya dengan konsep disubdisi silang baik antar warga negara maupun pemerintah.

BPJS baik Kesehatan maupun Ketenagakerjaan adalah implementasi Jamkesmas. Sampai saat ini, pembiayaan Jamkesmas masih defisit berdarah-darah menanggulangi semua kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Indonesia. Btw, udah daftar BPJS kan?.

Nah, itu 6 program terkait kesehatan yang sampai saat ini memiliki dampak sangat besar terhadap pembangunan kualitas manusia. Ada yang terlewat, Teman Sehat? Sampaikan di kolom komentar ya!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *