Inilah Bedanya Baby Blues dan Postpartum Depression

Halo Teman Sehat! Sebelumnya kamu pernah dengar ngga tentang baby blues? Yap, biasanya keadaan ini dialami oleh ibu yang baru melahirkan. Gimana ya kalau peristiwa ini dialami ibu sampai 1 bulan? Itu baby blues bukan sih?

Ternyata, ada juga kondisi yang gejalanya seperti baby blues, tapi lebih parah dan waktunya lebih lama, namanya postpartum depression (PPD). Terus, apa sih gejala dari masing-masing kondisi ini? Check it out!

Bedanya baby blues dan postpartum depression (PPD)

Baby blues adalah gangguan mood yang terjadi pada ibu muda, khususnya yang baru pertama kali jadi ibu. Biasanya, gangguan ini terjadi pada awal postpartum atau pada masa nifas, yaitu antara 3-5 hari pasca melahirkan. Gangguan ini terjadi kurang lebih 2 minggu. Biasanya gejala yang sering dialami yaitu, menangis, kelelahan, susah tidur dan mudah marah.

Baby blues bisa berkembang menjadi postpartum depression (PPD) jika gejalanya dialami lebih dari 2 minggu dan terjadi depresi berat. Perbedaan antara baby blues dan PPD adalah rentang waktunya. Selain itu, gejala Baby blues ngga akan mengganggu peran seorang ibu, jadi ngga perlu perawatan khusus. Tapi jika gejala yang terjadi PPD, maka perlu perawatan khusus.

Gimana sih gejala PPD?

Teman Sehat, kamu udah tau kan bedanya baby blues sama postpartum depression (PPD)? Sekarang, yuk simak apa aja gejala PPD!

  1. Merasa sedih, putus asa, kosong atau kewalahan
  2. Lebih sering menangis tanpa alasan
  3. Merasa gelisah yang berlebihan
  4. Merasa kesepian dan selalu sendirian
  5. Ngga bisa tidur atau tidur terlalu berlebihan karena merasa lelah buat bangun
  6. Kesulitan dalam konsentrasi, mengingat secara rinci dan membuat keputusan
  7. Mengalami kemarahan
  8. Kehilangan rasa tertarik dalam hobi ataupun aktivitas yang biasanya sangat disukai
  9. Merasa kesakitan dalam hal fisik, seperti sering sakit kepala, masalah perut dan nyeri otot
  10. Makan terlalu sedikit atau terlalu banyak
  11. Menarik diri atau menghindari teman-teman dan keluarga
  12. Memiliki kesulitan dalam membuat ikatan antara ibu dan bayinya
  13. Meragukan kemampuan dirinya secara terus-menerus dalam merawat bayinya
  14. Berpikir buat menyakiti dirinya sendiri atau bayinya
  15. Merasa gagal sebagai ibu
  16. Berpikir bahwa bayinya lebih baik tanpa ibu

Cara mengatasi PPD

Wah, ternyata ngeri juga ya Teman Sehat gejalanya. Kalau mengalami PPD, ibu yang baru aja melahirkan ngga akan bisa beraktivitas apapun. Supaya gejala PPD ini berkurang, yuk simak cara mengatasinya! 

  1. Psikoterapi dengan psikolog atau konselor
  2. Mengonsumsi obat yang udah di konsultasikan ke dokter
  3. Makan dengan benar dan teratur
  4. Dukungan keluarga dan sekitar
  5. Istirahat
  6. Melakukan hobi atau aktivitas menyenangkan di luar rumah

Nah, sekarang Teman Sehat udah tau kan kalau baby blues dan PPD itu berbeda. Kalau kamu punya teman atau keluarga yang baru melahirkan, apalagi ibu muda kamu bisa bantu, beri dukungan dan selalu buat mereka senang supaya mereka ngga ngersain baby blues atau PPD. Dukungan keluarga dan orang terdekat secara ngga langsung bisa buat ibu yang baru melahirkan lebih nyaman loh!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, S.Tp

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *