Teman Sehat, teh merupakan salah satu satu minuman tertua di dunia yang memiliki berbagai macam manfaat. Seiring dengan perkembangan zaman, terdapat berberapa jenis teh berdasarkan pengolahannya. Ada juga beberapa istilah produksi teh yang perlu kamu tahu, karena keduanya saling berhubungan. Yuk, simak penjelasannya di sini!
Bagaimana proses produksinya?
Setiap proses pengolahan, tentunya memengaruhi produk akhir yang dihasilkan. Begitu juga dengan proses pengolahan teh. Kamu perlu tahu istilah yang digunakan selama teh diproduksi, yuk simak!

Picking (pemetikan)
Picking merupakan proses pemanenan daun teh yang dilakukan secara manual oleh para pekerja, loh! Daun teh yang dipilih meliputi tunas, daun muda, hingga daun yang sudah dewasa (mature). Dalam istilah pangan, ada istilah p+1/p+2/p+3, artinya p (peko/pucuk teh) yang ditambah 1/2/3 daun yang menemaninya saat dipetik.
Withering (pelayuan)
Pelayuan dilakukan dengan menghamparkan daun teh di dalam bak terbuka/tertutup yang beralaskan rak berlubang dan diberi aliran udara. Proses ini biasa disebut proses fermentasi teh. Jenis fermentasi ini, ngga menggunakan bakteri baik ya, tapi membiarkan teh menurunkan kelembapannya.
Beberapa literatur menyatakan, bahwa sebaiknya proses ini dikatakan sebagai proses oksidasi. Yap, selama proses ini terjadi, kadar air teh bisa berkurang sebesar 10-20%, loh! Pelayuan bertujuan agar daun teh lebih lemas dan mudah digulung pada saat proses penggulungan (rolling). Proses ini juga memengaruhi karakteristik produk akhir yang dihasilkan, loh!
Fixation (fiksasi)
Tahapan ini dilakukan agar reaksi oksidasi yang terjadi selama pelayuan terhenti. Yap, proses fiksasi dilakukan dengan menghangatkannya hingga suhu 85oC dalam waktu yang singkat.
Rolling (penggulungan)
Tahapan ini dilakukan untuk menggulung daun teh, yang dilakukan secara tradisional (manual) maupun modern (menggunakan alat. Tujuannya agar minyak alami yang dihasilkan keluar dari dinding sel daun teh.
Drying (pengeringan)
Pengeringan merupakan tahapan akhir dari proses produksi teh. Salah satu tujuannya yaitu untuk menghasilkan teh yang siap dikemas dan tahan lama dalam masa penyimpanan.
Inilah jenis teh yang dihasilkan!
Beda cara penanganannya, mulai dari pemetikan hingga proses produksi akan menghasilkan jenis teh yang berbeda. Nah, mau tahu apa saja jenisnya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Teh hijau
Jenis teh ini, diolah dari tunas dan daun muda. Produksi teh hijau dilakukan tanpa melewati proses pelayuan, loh! Teh langsung masuk pada tahap fiksasi, penggulungan dan pengeringan. Inilah yang menyebabkan teh hijau memiliki karakteristik rasa yang berbeda dengan jenis lainnya.
Teh putih
Sama seperti teh hijau, tunas dan daun muda pada pengolahan teh putih melewati proses pelayuan yang sebentar (lightly fermented), loh! Selanjutnya akan langsung dikeringkan tanpa melewati fiksasi dan penggulungan.
Teh kuning
Produksi teh jenis ini, serupa dengan teh putih, hanya saja setelah pelayuan, teh melewati tahapan fiksasi dan ada tahapan khusus yaitu yellowing. Tahap yellowing (fermentasi singkat) bertujuan memberikan warna kekuningan pada teh.
Teh oolong
Teh oolong diproduksi dengan proses pelayuan dan penambahan proses oksidasi sebagian, sehingga perubahan warna lebih gelap dibandingkan teh kuning. Dilanjutkan dengan fiksasi, penggulungan, dan pengeringan.
Teh hitam
Mirip dengan teh oolong, tapi teh hitam diproduksi dengan proses oksidasi yang sempurna. Setelah pelayuan, teh terlebih dahulu digulung dan dilanjutkan dengan tahapan oksidasi sempurna sehingga warna yang dihasilkan hitam pekat.
Ternyata banyak ya, jenis teh yang dihasilkan walaupun berasal dari tanaman yang sama. So, kamu tim teh yang mana, Teman Sehat?
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP
