Kamu Pecinta Permen? Simak Tips Penting ini!

Halo Teman Sehat! Pasti kalian sudah engga asing lagi sama yang namanya permen. Kalau lagi bosan menunggu, makan permen. Kalau lagi diperjalanan jauh juga ditemani sama permen. Bahkan bisa akrab sama orang karena saling membagi permen. Nah, permen sudah hadir di kehidupan kita sejak dari anak – anak. Akan tetapi, tahukah kalian bahwa permen punya resiko kesehatan yang tinggi loh bagi kita?

Bagaimana kaitan permen dengan kesehatan gigi?

Fakta tersebut bukan rahasia umum lagi. Menurut Gupta et al. (2013), makanan yang mengandung gula atau makanan manis bisa mengakibatkan kerusakan pada gigi. Hampir setiap golongan umur mengalami karies gigi. Berdasarkan data Riskesdas 2013, prevalensi nasional masalah gigi dan mulut sebesar 25.9%. Sebanyak 31.9% penduduk Indonesia berumur 44–54 tahun memiliki karies gigi, sedangkan kelompok umur 5-9 tahun sebesar 28.9%.

Penyebab karies gigi?

Penyebab terjadinya karies gigi salah satunya adalah konsumsi makanan manis secara berlebihan, contohnya permen. Sisa makanan yang tidak dibersihkan akan menumpuk. Gula yang terkandung pada makanan manis siap dimetabolisme oleh bakteri. Hal ini menghasilkan asam yang dapat mengakibatkan demineralisasi pada struktur gigi. Kekurangan mineral seperti kalsium dan fluor memperparah pengaruh asam terhadap gigi. Asam hasil produksi bakteri tersebut melarutkan enamel gigi dan menyebabkan kerusakan gigi atau gigi berlubang.

Adakah perlindungan alami pada gigi?

Secara alami, gigi memiliki pelindung pribadi untuk mencegah dari kerusakan. Air liur berperan penting dalam melindungi gigi. Sifat air liur atau saliva ini adalah sebagai agen pembersih gigi dan mulut, sebagai penetral asam, tidak mudah larut, dan anti bakteri. Banyaknya saliva yang dikeluarkan membantu untuk menghilangkan sisa makanan dan gula pada sela gigi. Pembersihan dengan saliva bisa mengurangi ketersediaan gula untuk produksi asam oleh bakteri. Akan tetapi, produksi saliva yang rendah juga bisa terjadi pada Sjogren’s sindrom, pengobatan lain, dan pada kelompok usia tua dengan derajat kesehatan yang rendah.

Bagaimana mencegah karies gigi?

Terdapat beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah karies gigi. Cara – cara ini bisa dipraktikan dalam kehidupan sehari – hari sehingga gigi tetap terjaga kesehatannya.

  • Jangan lupa menggosok gigi

Menggosok gigi bisa saja masih menyisakan sisa makanan yang menempel pada sela gigi. Pemilihan sikat gigi yang salah juga menyebabkan tertinggalnya sisa makanan. Berperilaku benar saat menggosok gigi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Definisi berperilaku benar adalah kebiasaan menggosok gigi setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Sebagian besar (93.8%) penduduk Indonesia usia >10 tahun telah menggosok gigi setiap hari.

  • Mengurangi makanan manis

Penelitian yang dilakukan pada anak Kaukasia, Hawaii, dan Jepang usia 14 tahun menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara frekuensi konsumsi gula-gula atau permen dengan masalah gigi. Konsumsi makanan manis sebesar 5 porsi atau lebih per hari meningkatkan resiko masalah gigi. Frekuensi konsumsi makanan manis yang tinggi juga meningkatkan lamanya gigi terekspose dengan gula. Dengan demikian, mengurangi jumlah konsumsi makanan manis dapat meminimalisir terjadinya karies gigi.

  • Rutin memeriksakan gigi setiap 6 bulan sekali

Gigi yang strukturnya lemah atau gigi yang tidak tahan terhadap asam mudah terserang karies. Hal ini dikarenakan gigi tidak mendapatkan mineral yang diperlukan saat perbentukannya. So, penting untuk memeriksakan gigi secara rutin agar dapat mendeteksi masalah gigi lebih dini.

  • Berkomitmen menjaga kesehatan gigi

Yang paling penting dari seluruh tindakan pencegahan karies gigi adalah komitmen dari diri sendiri. Menyakinkan diri sendiri akan perlunya menjaga kesehatan gigi dengan cara jadikan merawat gigi sebagai kebiasaan sehari-hari.

Penting untuk saling mengingatkan mengenai kesehatan gigi kepada sesama. So, mari sebarkan kebaikan dengan mencontohkan kebiasaan baik merawat gigi kepada adik, kakak, ayah, ibu, atau pun teman kalian!

 

Editor & Proofreader : Asiyah Mutmainnah, S.Gz

 

Referensi :

[Kemenkes] Kementerian Kesehatan. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta (ID): Kementerian Kesehatan RI

Gupta P, Gupta N, Pawar AP, Birajdar SS, Natt AS, Singh HP. 2013. Role of sugar and sugar substitutes in dental caries: a review. ISRN Dentistry. 2013 (519421): 1-5

Ramayanti S dan Purnakarya I. 2013. Peran makanan terhadap kejadian karies gigi. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 7 (2): 89-93

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *