Karbohidrat: Teman atau Musuh buat Berat Badanmu?

Halo Teman Sehat! Selepas long weekend, gimana kondisi berat badanmu? Bagi Teman Sehat yang concern dengan berat badan, pasti kamu udah dengar salah satu diet yang lagi nge-hits banget akhir-akhir ini kan. Yap, itulah diet ketogenik. Lalu, apa hubungannya sama karbohidrat? Yuk, cek di sini!

Teman Sehat, ketogenic diet adalah diet yang sangat rendah karbohidrat. Pelaku diet ini harus mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sangat rendah bahkan bisa lebih rendah kalau dibandingkan dengan kebutuhan.

Baca juga: 4 Fakta tentang diet ketogenik yang wajib kamu ketahui

Kenapa demikian?

Selama ini, karbohidrat dianggap sebagai salah satu zat gizi yang berkontribusi besar dalam kegagalan diet penurunan berat badan, alias more karbohidrat=semakin gendut. Whoah, sekejam itu kah karbohidrat terhadap tubuh kita? Jadi, dia teman atau musuh nih? Mari kita simak penjelasan di bawah ini sambil berkenalan lebih jauh dengan karbohidrat, karena katanya tak kenal maka tak sayang kan, Teman Sehat!

Jadi, sebenernya apa sih fungsi utama karbohidrat ini?

Ibarat mesin yang butuh bahan bakar, begitu juga dengan badan kita, Teman Sehat. Agar kita bisa beraktivitas dengan maksimal setiap hari, badan kita butuh energi sebagai bahan bakar sel buat menjalankan fungsinya masing-masing. Nah, disitulah peran karbohidrat, Teman Sehat, membantu menyediakan energi sebagai bahan bakar sel tubuh kita.

Berapa sih sebenarnya kebutuhan karbohidrat setiap hari?

Karbohidrat, sebagai kebutuhan gizi dengan jumlah terbesar bagi tubuh, yakni sebesar 55-65% dari total kebutuhan energi harian. Lalu, apa dampaknya jika asupan karbohidrat Teman Sehat ngga bisa terpenuhi? Yap, kamu bisa mengalami hipoglikemia loh. Hipoglikemia adalah suatu keadaan kekurangan glukosa yang ditandai dengan lemas, berkunang-kunang, bahkan bisa pingsan!

Lalu, gimana kalo ternyata asupan karbohidratnya berlebih?

Duh, siapa sih yang bisa menolak brownies, cake, pasta, dan makanan favorit kita semua, nasi goreng? Kadang, kita ngga sadar mengonsumsi karbohidrat melebihi kebutuhan. Karbohidrat yang berlebih ini nantinya disimpan sebagai lemak dalam tubuh sebagai cadangan energi. Nah, inilah yang membuat banyak orang menghindari pola makan rendah atau bahkan sangat rendah karbohidrat.

Lalu, gimana dong agar kebutuhan energi terpenuhi, tapi “baju tetap muat”?

Yap, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah mengatur Angka Kecukupan Gizi (AKG) yakni kecukupan rata-rata zat gizi per hari bagi orang sehat sesuai dengan ukuran tubuh, umur, dan fisiologiz. Teman Sehat juga bisa mengetahui kebutuhan zat gizi per individu dengan konsultasi gizi dengan ahlinya. Jadi, Teman Sehat tetap bisa makan enak, makan cantik, asal sesuai dengan kebutuhan.

Teman Sehat juga bisa mengganti jenis karbohidrat yang dikonsumsi kalau ingin lebih “aman”. Misal, jika Teman Sehat biasa mengonsumsi nasi putih, maka Teman Sehat bisa menggantinya dengan nasi merah atau oatmeal/havermut yang merupakan karbohidrat kompleks kaya serat sehingga bisa membantu Teman Sehat buat menurunkan berat badan.

Jadi, tetap berteman dengan karbohidrat ya Teman Sehat!

Editor & proofreader: Kurnia Dwi Juliani, S.Gz

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts