Kebiasaan Buruk saat Menonton TV bisa Sebabkan Obesitas

Halo Teman Sehat! Menonton TV merupakan aktivitas waktu luang yang masih dilakonni banyak orang. Menghabiskan waktu di depan televisi memang bisa membunuh kebosanan sembari menambah wawasan kita. Tapi, tahu ngga sih kalau ternyata menonton TV bisa menyebabkan obesitas?

Terlalu lama menghabiskan waktu di depan televisi ternyata bisa meningkatkan risiko kita terkena obesitas alias kegemukan loh! Hal ini bisa dipicu oleh kebiasaan-kebiasaan ngga sehat selama menonton TV. Apa saja kah?

Kebiasaan makan tidak sehat

Saat menonton TV, rasanya kurang lengkap kalau ngga ada camilan. Camilan yang menjadi pilihan kebanyakan orang adalah makanan maupun minuman ringan. Faktanya, sedikit sekali orang yang nyemil buah atau sayuran. Camilan seperti keripik, kue dengan krim, dan soda yang kebanyakan dikonsumsi, mengandung kalori yang tinggi dan rendah serat, serta ngga mengenyangkan dalam jumlah sedikit. Makanya ngga heran, kalau kamu bisa menghabiskan 5 bungkus keripik kentang dan 2 kaleng soda sambil nonton program TV favoritmu. Kebanyang dong berapa banyak kalori yang masuk ke tubuh kita?

Sedikit bergerak

Penelitian menemukan bahwa minimnya aktivitas fisik yang dilakukan merupakan salah satu penyebab dari obesitas. Sebagian besar orang menonton TV dalam posisi duduk atau tiduran. Selama acara berlangsung, hampir bisa dipastikan kita akan diam dalam posisi tersebut dan sedikit sekali bergerak. Hal ini menyebabkan energi yang kita konsumsi ngga digunakan untuk  melakukan aktivitas fisik, sehingga akan disimpan menjadi lemak dan memicu terjadinya obesitas.

Pengaruh Iklan

Ngga bisa dipungkiri kalau iklan memang bisa menjadi bujukan kuat buat kita dalam membeli suatu produk. Iklan yang mempromosikan berbagai makanan dan minuman ngga jarang memunculkan rasa lapar dan selera makan kita. Penelitian menemukan bahwa iklan sangat memengaruhi konsumsi makanan tinggi energi (seperti snack) pada anak-anak. Selain itu, anak laki-laki memiliki kecenderungan lebih mudah terpengaruh oleh iklan makanan ringan dengan kandungan garam dan kalori yang tinggi. Meningkatnya keinginan akan makanan akan meningkatkan konsumsi, sehingga bisa memicu obesitas pada anak dan remaja.

Penelitian di beberapa negara menyebutkan adanya hubungan yang sejalan antara menonton televisi dengan risiko obesitas pada anak dan remaja. Hal ini memicu saran untuk membatasi waktu dalam menonton televisi hingga 2 jam sehari, serta hindari konsumsi terlalu banyak makanan ringan saat menonton televisi.

Nah, itulah alasan kenapa nonton TV bisa bikin gendut. Tiga hal tersebut perlu banget Teman Sehat hindari selama menonton TV, terlebih bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Yuk, share kebiasaan sehatmu dalam menonton TV dengan mengisi kolom komentar di bawah ini!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *