Kecanduan Minuman Berenergi, Mungkinkah Terjadi?

Halo Teman Sehat! Sebagian besar dari kamu mungkin pernah menjadi pengonsumsi minuman berenergi. Atau bahkan ada yang sudah menjadikan minuman berenergi sebagai minuman sehari-hari. Bukan cuma soal manfaatnya yang bisa mendongkrak stamina, rasa dari minuman berenergi pun beranekaragam dan bisa melepas dahaga. Nah, apakah kesukaanmu pada minuman berenergi udah  termasuk kecanduan?

Yang perlu kamu tahu tentang minuman berenergi

Sederhana aja, minuman berenergi adalah minuman yang bisa memicu seseorang untuk mempunyai tenaga lebih, baik secara motorik otot maupun psikis. Dalam hal ini, bahan minuman berenergi yang bisa mendongkrak energi tersebut adalah gula dan kafein. Gula pemanis bisa menambah jumlah kadar gula dalam darah dan menyediakan bahan energi lebih banyak bagi tubuh, sedangkan kafein akan memicu seseorang untuk selalu dalam keadaan alert dan meningkatkan konsentarasi. Minuman berenergi yang umumnya dikonsumsi masyarakat adalah kopi manis, teh manis, serbuk minuman, minuman berkarbonasi hingga minuman energi siap minum.

Mungkinkah kecanduan minuman berenergi terjadi?

Ya, sangat mungkin! Minuman energi biasanya tinggi kafein (50-357 mg) karena zat ini mempunyai efek stimulan ke sistem pusat saraf sehingga mengakibatkan rasa kantuk hilang dan lebih berkonsentrasi. Ngga cuma itu, kafein juga berpotensi menyebabkan adiksi atau kecanduan loh, Teman Sehat!

Sifat khas dari kafein yang ngga bisa dihilangkan adalah menyebabkan kecanduan. Lebih parahnya, jika sudah terlampau lama mengonsumsi kafein, para pecandu kafein akan mengalami caffeine withdrawal symptoms sehingga semakin sulit untuk berhenti mengonsumsi kafein. Berikut keluhan pada seseorang dengan caffeine withdrawal symptoms:

  • Pusing hebat. Rasa pusing dimulai dari bagian tengah mata dan menjalar ke bagian atas kepala. Namun, ada juga rasa pusing yang menjangkiti sebagian kepala, mirip dengan migrain.
  • Mengantuk. Walau sudah tidur dan mandi, rasa kantuk akibat ketergantungan kafein akan tetap dirasakan. Akhirnya, Teman Sehat akan minum dan minum lagi minuman sumber kafein untuk menghilangkan kantuk.

  • Konstipasi. Kafein juga berpengaruh pada sistem pencernaan, maka jika dihentikan sama sekali, sistem pencernaan akan ‘kaget’ dan menyebabkan konstipasi alias sembelit.
  • Pegal, kaku otot dan kram. Jika biasanya mengonsumsi kafein sebelum olahraga, maka ketika masa withdrawal, ketidaknyamanan otot akan dirasakan.
  • Tidak dapat berkonsentrasi. Kafein bsia meningkatkan kemampuan berkonsentrasi, jika ngga dikonsumsi, pastilah sulit berkonsentrasi seperti biasanya.
  • Ketidakteraturan denyut jantung. Kafein dapat menstimulasi otot jantung, bagi sebagian orang yang mencoba menjauhi kafein, mereka mengalami tekanan darah rendah dan perubahan irama jantung.

Sekarang udah yakin kan, bahwa ketergantungan atau kecanduan minuman berenergi itu bisa terjadi? Ya, salah satunya karena kandungan kafein dalam minuman tersebut. Tentu ngga dilarang untuk mengonsumsi minuman berenergi, namun Teman Sehat harus selalu tahu batasan. Kamu punya tips buat menghilangkan kecanduang minuman berenergi? Yuk, share dengan mengisi kolom komentar di bawah ini!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *