Ketahui Sumber Yodium Selain Garam, Di Sini!

Halo Teman Sehat! Sebagian besar dari kita pasti udah sering dengar kalimat “Beli lah garam beryodium” kan, Teman Sehat! Tapi tau kah kalian apa sebenarnya yodium itu? Apasih manfaatnya bagi tubuh kita? Apa cuma dari garam aja kita bisa peroleh yodium? Yuk simak penjelasan berikut!

Sekilas tentang Yodium

Taukah kamu apa itu yodium, Teman Sehat? Yodium adalah salah satu mineral yang penting buat tubuh kita. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, kamu dianjurkan memenuhinya supaya berbagai gangguan kesehatan ngga muncul, Teman Sehat! Pastinya kamu udah tau kan kalau sampai kekurangan yodium, kita bisa mengalami pembengkakan kelenjar tiroid atau gondok, hingga gangguan perkembangan otak?

Yap, yodium memang memiliki fungsi penting di dalam tubuh. So apa aja sih fungsinya? Mengapa tubuh kita membutuhkannya?

Inilah fungsi yodium buat tubuh kita, Teman Sehat!

1. Menjaga fungsi kelenjar tiroid

Tanpa yodium, kelenjar tiroid mengalami gangguan produksi. Padahal, kelenjar tiroid ini berperan dalam membantu pengaturan metabolisme tubuh, Teman Sehat!

2. Mendukung fungsi otak pada janin dan anak-anak

Selama perkembangan janin, masa bayi, dan masa kanak-kanak, hormon tiroid normalnya berperan mengoptimalkan fungsi otak dan sistem saraf. Asupan yodium yang kurang apalagi pada ibu hamil, bisa menimbulkan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) seperti penyakit gondok serta pertumbuhan dan perkembangan anak kelak.

Lalu, berapa sih kebutuhan yodium setiap harinya?

Berikut ini kebutuhan yodium setiap harinya berdasarkan Angka Kecukupan Gizi di Indonesia tahun 2013

  • Bayi dibawah 1 tahun: 90 mcg
  • Anak-anak dibawah 12 tahun: 120 mcg
  • Dewasa: 150 mcg
  • Ibu hamil: 220 mcg
  • Ibu menyusui: 250 mcg

Mengapa garam jadi sumber yodium yang paling terkenal?

Garam jadi komoditi pangan yang pertama kali dilakukan proses fortifikasi di Indonesia. Berdasarkan SKB MenKes, MenIndustri, dan MenDagri tahun 1982, garam diwajibkan untuk difortifikasi dengan yodium sebagai salah satu usaha mengatasi gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY).

Pada tahun 1980-1990, negara kita menjadi salah satu penyumbang GAKY terbanyak di Asia Tenggara loh. Fortifikasi yodium pada garam jadi salah satu cara paling “ampuh” buat mengatasi GAKY karena garam dikonsumsi oleh hampir semua orang.

Jadi, memang paling tepat kalo garam digunakan sebagai media fortifikasi yodium, disamping kestabilannya yang baik, biayanya juga lebih  murah dan mudah bila dibandingkan fortifikasi yodium pada bahan makanan yang lain, Teman Sehat!

Garam mungkin sumber yodium yang paling “terkenal”. Tapi, kalian harus tau kalo yang mengandung yodium bukan cuma garam loh. Apa aja sih?

Rumput laut

Rumput laut jadi salah satu makanan ber-yodium tinggi. Bahkan, rumput laut ini bisa membuat kamu kelebihan yodium kalu dikonsumsi terlalu banyak, Teman Sehat! So, batasi konsumsinya dan perhatikan selalu nutrition facts dari rumput laut kemasan yang biasa kamu makan ya!

Ikan dan seafood

Makanan yang asalnya dari laut mengandung yodium yang cukup tinggi, contohnya ikan cod (190 mcg/100 gram), salmon (14 mcg/100 gram), dan tuna (12 mcg/100 gram). Jenis seafood lain yang mengandung yodium yaitu udang dan kerang.

Susu dan olahannya

Susu juga termasuk sumber yodium yang baik, khususnya susu sapi (50-100 mcg/200ml). Produk olahan susu yang juga mengandung yodium yakni yoghurt dan keju. Yoghurt punya kandungan yodium yang cukup tinggi seperti susu sedangkan, keju mempunyai kandungan yodium yang lebih sedikit.

So, sekarang udah tau kan kalo yodium bisa kita dapatkan ngga cuma dari garam aja? Semoga bermanfaat!

Editor & proofreader: Kurnia Dwi Juliani, S.Gz

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *