Ketua ISAGI: Program Gizi Jangan Gitu-Gitu Aja!

Halo Teman Sehat!

Sudah pernah dengar ISAGI sebelumnya?. Yup! ISAGI atau Ikatan Sarjana Gizi Indonesia merupakan organisasi gizi yang punya visi untuk berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Salah satu hal yang menjadi misi ISAGI adalah meningkatkan kemampuan kepemimpinan Sarjana Gizi dan profesional muda gizi lainnya. Kamu bisa cek lebih lanjut mereka di laman mereka ini isagi.or.id.

Masalah gizi di Indonesia sebabnya  emang udah banyak banget dan saling bertumpuk. Jalan keluar dari masing-masing masalah gizi perlu jalur intervensi yang berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahan masalah tersebut.

Baca jugaGizi Buruk Asmat, Tamparan buat Kita Semua

Gak bisa dipungkiri, tanpa kepemimpinan gizi solusi akan masalah gizi akan efektif. Contohnya sederhana, Muhammad Nur “Anca” Hasan Syah SGz, MSi, yang merupakan Ketua ISAGI ini bilang, selama ini Program Gizi di Puskesmas lainnya, cuma “gitu-gitu aja” akibatnya ada aja Balita yang gak terpantau status gizinya. Padahal sudah menjadi kewajiban setiap petugas gizi di Puskesmas memiliki data status gizi seluruh balita di wilayahnya. Untuk itulah seorang petugas puskesmas wajib memiliki kepemimpinan gizi.

Kepemimpinan gizi ibarat sebuah kincir yang menggunakan angin dan menghasilkan berbagai fungsi di sekitarnya, seorang pemimpin dengan kemampuannya harus berperan multi fungsi, sebagai influencer, creator, dan navigator dalam menjalankan progam-programnya.

Itu jadi alasan ISAGI untuk menyelenggarakan workshop dan pelatihan kepemimpinan gizi nasional yakni Indonesian Young Nutrition Leaders Camp (IYNLC) 2018. Acara ini berlangsung di Kebun Wisata Pasir Mukti, Kab. Bogor, Jawa Barat selama 1-4 Februari 2018. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama di Indonesia yang menggandeng South East Asian Nutrition Leadership Program (SEANLP) oleh SEAMEO RECFON. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan RI dan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia yang merupakan adhering body IUNS (International Union Nutritional Sciences).

Baca jugaDouble Burden of Malnutrition di Indonesia, Seburuk Apakah?

Tema yang diangkat IYNLC 2018 kali ini emang kekinian dan relevan banget sama dunia gizi yakni “Kepemimpinan Gizi menuju Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) Indonesia”. Kegiatan ini diikuti oleh 40 pemimpin gizi masa depan dari barat ke timur Indonesia. IYNLC 2018 dikonsep dengan berdasarkan beberapa program pelatihan kepemimpinan yang ada seperti SEANLP, International Young Nutrition & Food Leadership (IYouLead) dan pembelajaran dari negara tetangga yang telah sukses mengadakan Malaysian Nutrition Leadership Program (MyNLP).

Untuk menginspirasi peserta berbagai narasumber didatangkan, seperti Ir. Doddy Izwardi MA (Direktur Gizi, Kemenkes RI), Prof. Dr. Rizal Damanik, MRepSc. (Deputi BKKBN), Prof. Dr. Hardinsyah, MS. (Ketua PERGIZI PANGAN & AIPGI), Herwin Yatim (Bupati Banggai), Elvina Karyadi (Nutrition International), dan Prof. Dr. Soekirman yang merupakan panutan dalam dunia gizi Indonesia serta beberapa nara sumber lainnya. Beberapa institusi yaitu JAPFA Foundation, Indofood CBP dan Mayora, serta Ajinomoto juga ikut mendukung kegiatan IYNLC 2018.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *