Kiat Hindari Eksim Popok pada Bayi

Halo Teman Sehat! Kelahiran seorang anak merupakan anugrah terindah bagi orang tuanya. Dalam menjalani masa-masa awal, bayi membutuhkan perawatan ekstra. Lapisan kulit bayi masih sangat tipis, ikatan antar sel masih lemah, produksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak relatif sedikit sehingga kulit bayi rentan terkena iritasi dan infeksi. Apakah Teman Sehat pernah mengalaminya?

Salah satu gangguan kulit yang sering diderita bayi adalah eksim popok (dermatitis popok). Hingga saat ini, memakaikan popok pada bayi merupakan cara yang paling praktis, efektif dan higienis untuk menampung urin dan feses bayi. Tapi, sebenarnya kulit bayi ngga siap mengatasi keadaan yang timbul akibat kontak lama dengan urin dan feses saat memakai popok. Kurang lebih 50% bayi yang menggunakan popok menderita eksim popok. Nah, buat pencegahan, yuk kenali dulu apa itu eksim popok!

Apa itu eksim popok?

Eksim popok adalah ruam kulit yang biasanya timbul di daerah yang tertutup popok yang meliputi area sekitar alat kelamin, dubur, bokong, lipat paha, dan perut bagian bawah. Gejala yang sering timbul adalah kemerahan pada kulit. Tapi, bila keadaannya lebih parah, bisa timbul bintil-bintil merah, lecet, bersisik, kadang membasah dan bengkak. Bayi biasanya akan rewel karena rasa nyeri, terutama bila buang air kecil atau buang air besar.

Penyebab

Penyebab eksim popok adalah iritasi terhadap kulit karena cara pemakaian popok yang ngga benar. Misalnya, ngga segera mengganti popok setelah bayi buang air besar. Perlu diketahui, bahwa feses yang ngga segera dibuang, bila bercampur dengan urin akan menyebabkan pembentukan amonia. Amonia akan meningkatkan keasaman (pH) kulit sehingga aktivitas enzim yang ada pada feses akan meningkat dan menyebabkan iritasi pada kulit. Selain itu, menggunakan popok sekali pakai (disposable diaper) melebihi daya tampungnya, dapat membuat kulit menjadi lembab loh! Kulit yang lembab lebih rentan terhadap gesekan (iritasi) dan memudahkan pertumbuhan kuman (contoh: Staphylococcus aureus) serta jamur ( contoh: Candida albicans)

Pencegahan

Eksim popok bisa dicegah dengan mengurangi kelembaban dan gesekan pada kulit. Beberapa caranya adalah:

  • Segera ganti popok setelah bayi buang air besar
  • Sebaiknya gunakan popok sekali pakai. Popok sekali pakai mengandung AGM (Absorbent Gelling Material) yang bisa menyerap cairan lebih banyak sehingga kulit lebih kering serta dapat mempertahankan pH kulit mendekati pH normal. Jika menggunakan popok ini, pakailah sesuai dengan daya tampungnya, segera ganti bila ngga bisa lagi menampung urin
  • Sewaktu mengganti popok, bersihkan kulit dengan air hangat. Bisa menggunakan sabun, khususnya setelah buang air besar, kemudian dibilas bersih. Keringkan dengan handuk dan anginkan sebentar sebelum dipakaikan popok baru
  • Bubuhkan bedak, krim atau salap untuk melindungi kulit serta mengurangi gesekan. Bedak ditabur saat kulit sudah kering karena jika kulit masih basah, bedak akan menggumpal dan mempermudah terjadinya infeksi jamur/kuman
  • Biarkan bayi tidak memakai popok sekitar 2-3 jam sehari agar kulitnya tidak lembab
  • Hindari pemakaian popok yang ketat atau terbuat dari bahan yang kasar seperti plastik, kain yang kaku dan tebal

Eksim popok, walau sering terjadi namun bisa dicegah ya Teman Sehat. Dengan melakukan cara pencegahan yang benar, kulit bayi akan sehat dan terhindar dari eksim popok. Kamu punya tips lainnya? Share dengan mengisi kolom komentar di bawah ini!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *