Klamidia, Penyakit Menular Seksual yang Susah Dikenali

Halo Teman Sehat! Penyakit menular seksual (PMS) telah menjadi ancaman kesehatan bagi setiap orang. Lebih dari 1 juta orang terinfeksi penyakit ini setiap harinya. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama bagi orang yang memiliki perilaku seks berisiko. Jenis PMS pun sangat beragam, nah kali ini kita akan membahas salah satu PMS yaitu klamidia.

Setiap tahun, sekitar 500 juta orang menjadi sakit akibat salah satu dari 4 PMS berikut yaitu klamidia, gonore, sifilis dan trikomoniasis. WHO dan UNAIDS memperkirakan bahwa lebih dari 35,3 juta orang terinfeksi HIV di seluruh dunia, dan 90% dari mereka berada di negara berkembang. Mayoritas PMS hadir tanpa gejala. Beberapa PMS bisa meningkatkan risiko penularan HIV tiga kali lipat atau lebih.

Klamidia merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis dan bisa menyebar dengan mudah melalui seks vaginal, oral, dan anal. Klamidia bisa berdampak pada infeksi di berbagai bagian tubuh, seperti infeksi saluran air seni, leher rahim, dubur, tenggorokan dan mata.

Bagaimana penularanya?

Klamidia (chlamydia) disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui seks tanpa pelindung pada vagina, mulut atau dubur. Wanita hamil juga bisa menularkan klamidia pada janin saat dilahirkan yang menyebabkan infeksi mata dan paru-paru serius pada bayi. Sayangnya, bila seseorang menderita klamidia, maka ia akan lebih berisiko tertular dan menularkan HIV. So, hati-hati ya Teman Sehat dengan infeksi yang satu ini!

Apakah tanda-tanda dan gejalanya?

Perlu Teman Sehat tahu bahwa kebanyakan perempuan yang mengidap klamidia ngga merasakan tanda-tanda sedikitpun. Tapi hal-hal berikut perlu diwaspadai, yaitu: rasa terbakar atau sakit sewaktu mengeluarkan air seni, adanya cairan abnormal yang keluar dari vagina, rasa sakit pada perut bagian bawah, rasa sakit sewaktu berhubungan seksual, serta pendarahan yang ngga biasa atau bercak di antara waktu haid. Jika Teman Sehat mengalami gejala-gejala tersebut, alangkah baiknya jika segera memeriksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Pada laki-laki, gejala khusus pun jarang muncul. Bahkan laki-laki yang mengidap klamidia merasa dirinya sehat-sehat aja. Tapi, ada beberapa tanda-tanda yang perlu diperhatikan, seperti: adanya cairan keputihan atau kuning dari keluar dari penis, rasa terbakar atau sakit sewaktu mengeluarkan air seni, serta iritasi dan perih disekitar uretra. Tanpa pengobatan segera, laki-laki yang terinfeksi penyakit ini bisa menderita infeksi pada prostat, epididimis, bahkan berisiko mengalami kemandulan. Bahaya kan?

Bagaimana pengobatannya?

Antibiotik bisa membasmi bakteri penyebab klamidia dengan mudah. Tapi, penderita harus menghabiskan antibiotik sesuai resep, karena jika tidak, bakteri akan resisten dan susah disembuhkan. Selain itu ada pantangannya juga Teman Sehat, seperti menjauhi konsumsi alkohol karena menyebabkan obat-obatan tidak bekerja dengan baik. Jangan melakukan seks yang ngga aman selama pengobatan karena bisa menularkan dan memperparah gejala penyakit.

Nah, itulah seputar klamidia yang perlu Teman Sehat ketahui. Meskipun bisa diobati, tapi alangkah baiknya kita menjauhi penyakit yang satu ini. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *