Komposisi Minuman Berenergi dan Efeknya Bagi Tubuh

Halo Teman Sehat! Apakah kamu termasuk penikmat minuman berenergi? Jika ya, kamu pasti udah pernah mendengar kalau minuman berenergi itu berbahaya bagi kesehatan. Tapi, pernah ngga sih kamu kepo kenapa minuman berenergi tergolong berbahaya? Bukankah dalam minuman berenergi ada vitaminnya juga?

Supaya ngga penasaran, yuk cek penjelasan berikut!

Zat apa yang biasanya terkandung dalam minuman berenergi?

Minuman berenergi biasanya mengandung berbagai macam stimulan dan bahan-bahan lain. Berdasarkan data Innova Market Insights’ Database yang dikutip dari caffeineinformer.com, inilah 3 bahan yang kadarnya ditemukan paling tinggi dalam minuman berenergi.

  • Kafein

Kafein dapat menstimulasi sistem syaraf pusat dalam meningkatkan kewaspadaan, di saat yang bersamaan, pembuluh darah pun akan mengalami pelebaran sehingga detak jantung dan tekanan darah pun meningkat. Kadar kafein yang ditambahkan ke dalam minuman berenergi ngga main-main, loh! Dalam satu kaleng minuman berenergi terkandung sekitar 80 – 500 mg kafein. Wah, kafein kopi aja kalah! Sebagai perbandingan, satu sajian kopi instan biasanya mengandung sekitar 40-80 mg kafein. Dan 8 ons drip coffee biasanya mengandung 100 – 150 mg kafein.

  • Taurin

Taurin merupakan asam amino yang mempunyai manfaat dalam meregulasi detak jantung, kontraksi otot, dan tingkat energi. Taurin ini bisa dihasilkan sendiri oleh tubuh, loh! Jadi sebenarnya kita ngga butuh taurin tambahan kalau tubuh kita ngga mengalami gangguan.

  • Vitamin B kompleks (B12, B6, B3)

Fungsi dari vitamin B kompleks adalah untuk mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi, itu sebabnya beberapa perusahaan minuman berenergi menambahkan vitamin B kompleks dalam produknya.

Lantas, kenapa minuman berenergi disebut berbahaya?

Sebagaimana yang udah dijelaskan, minuman berenergi bisa membuat tubuh kamu pantang lelah dan hal itu disebabkan karena kandungan kafeinnya yang sangat tinggi. Bahayanya, terkadang ada beberapa merk minuman berenergi yang ‘menyembunyikan’ atau bahkan ngga mencantumkan berapa banyak kandungan kafein yang sebenarnya. Itulah kenapa minuman berenergi ngga boleh dikonsumsi dalam jumlah banyak dan sering-sering. Asupan kafein yang dianjurkan perharinya ngga boleh lebih dari 400 mg. Lebih dari itu, kafein bisa memberikan efek negatif seperti sakit kepala, mual, tekanan darah meningkat, dada berdebar-debar, nervous, dan insomnia.

Jangan lupa juga kalau minuman berenergi juga mengandung gula yang sangat tinggi, bisa mencapai 30 gram persajiannya loh! Kandungan gula yang amat tinggi ini bisa menyebabkan efek buruk lain terhadap tubuh seperti obesitas sampai masalah jantung.

Di antara komposisi minuman berenergi yang udah disebutkan di atas, ngga ada bahan yang menunjukkan manfaatnya selain kafein. Merujuk pada sebuah penelitian, partisipan yang mengkonsumsi air yang ditambahkan kafein (caffeinated water) nyatanya memiliki aktifitas otak dan respons yang sama dengan partisipan yang mengkonsumsi minuman berenergi yang mengandung sejumlah bahan selain kafein.

Kamu juga harus tahu kalau energi yang disediakan minuman benergi itu bersifat sementara. Begitu efeknya ‘habis’, kamu akan kembali merasa lelah. Bahayanya, dikala kegiatan kamu masih banyak sementara kamu udah lemas, kamu akan cenderung kembali meneguk minuman berenergi dan begitu seterusnya sampai akhirnya kecanduan.

So, alangkah baiknya memenuhi kebutuhan energi mu dari bahan makanan alami. Jangan lupa juga, tidur yang cukup dan terhindar dari stres juga bisa menjadi mood booster sehingga kamu bisa melalui hari dengan lebih berenergi.

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *