Lapisan Lilin di Buah dan Sayur, Aman Ngga Sih?

Halo, Teman Sehat! Kamu suka mengonsumsi buah dan sayur dalam keadaan segar? Yap, mengonsumsinya dalam keadaan segar, bisa menambah asupan vitamin dan serat loh! BTW, kenapa ya beberapa buah dan sayur yang terlihat di pasar selalu segar? Ternyata beberapa buah dan sayur yang terlihat segar dilapisi lilin. Kok bisa? Terus, aman ngga sih? Yuk simak penjelasannya di sini!

Apa sih fungsi lapisan lilin?

Sebenarnya setelah dipanen, buah dan sayur masih melakukan proses respirasi. Bentuk respirasinya yaitu pengeluaran uap air yang akan menyebabkan permukaan buah dan sayur seperti berkeringat. Jika terus didiamkan, maka akan menyebabkan bobot buah berkurang dan penampilannya ngga menarik.

Secara alami, buah dan sayur memiliki lapisan lilin (kutikula) yang dihasilkan setelah pemanenan, tetapi lapisan ini akan hilang setelah buah dan sayur dilakukan pencucian. Jika buah dan sayur ngga memiliki lapisan pelindung, maka bakteri pembusuk dan kapang akan mudah tumbuh dipermukaan, karena kandungan air  yang tinggi pada sayur dan buah (80-90%) akan mengundang bakteri untuk tumbuh.

Aman ngga sih buah yang di lapisi lilin?

Menurut BPOM, pelapis atau glazing agent merupakan bahan tambahan pangan yang digunakan buat melapisi permukaan bahan pangan, supaya terlindungi dan memiliki efek mengkilap. Berdasarkan keputusannya, melalui PerKBPOM No. 12 th 2013, penggunaan pelapis lilin pada buah dan sayur diperbolehkan, loh!

Statusnya, sebagai bahan pelapis yang ditetapkan batasan penggunaannya. Selain itu FDA (food & drugs assosiation) juga udah menyetujui penggunaan lapisan lilin di sayur dan buah, dengan status GRAS (Generally Recognized As Safe) atau aman digunakan. Tapi, ngga semua lilin bisa digunakan buat melapisi buah dan sayur ya!

Menurut BPOM dan FDA bahan yang digunakan adalah malam (bee wax), lilin kandelila (candelia wax), lilin karnauba (carnauba wax), syelak (shelac), lilin mikrokristalin (microcrystaline wax) dan beberapa bahan lainnya. Lilin ini berasal dari ekstrak tumbuhan dan protein hewan.

Gimana ya, supaya lapisan lilin di buah dan sayur hilang?

Kalau kamu masih ragu mengonsumsi langsung buah atau sayur yang dilapisi lilin, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

  1. Cuci buah atau sayur menggunakan air hangat, lalu gosok menggunakan alat penggosok untuk buah atau sayur
  2. Cuci buah atau sayur menggunakan 10 ml cuka per liter air, lalu gosok menggunakan alat penggosok untuk buah atau sayur. Tapi cara ini punya kelemahan, yaitu akan ada rasa cuka yang tertinggal di buah atau sayur.
  3. Cuci buah atau sayur menggunakan larutan aperasan lemon dan satu sendok natrium bikarbonat, lalu gosok menggunakan alat penggosok untuk buah atau sayur. Tapi cara ini punya kelemahan, yaitu akan ada rasa natrium bikarbonat dan jeruk yang tertinggal di buah atau sayur.
  4. Jangan menggunakan sabun pencuci saat mencuci buah atau sayur, karena bisa terserap ke dalamnya. Kecuali, sabun pencuci sudah tersertifikasi dan terbukti aman (food grade).

Nah, sekarang kamu udah tau kan penggunaan lapisan lilin di permukaan buah dan sayur ternyata diperbolehkan. Kalau kamu tetap ragu saat mengonsumsi buah dan sayur yang dilapisi lilin kamu bisa melakukan tips yang tadi. Selamat mencoba Teman Sehat, tetap konsumsi buah dan sayur ya!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *