Lebih dekat dengan Asian Games, Energy of Asia!

Halo, Teman Sehat! Ngga terasa ya, hari ini adalah pembukaan Asian Games. Ajang kompetisi olahraga empat tahunan ini, kembali diselenggarakan di Indonesia, setelah sebelumnya pernah diselenggarakan pada tahun 1962. Kamu tau ngga, pada waktu itu Indonesia meraih peringkat ke dua, loh! Dengan perolehan medali emas sebanyak 21 buah, perak 26 buah dan perunggu 30 buah. Tapi, kamu tau ngga sih, kenapa Asian Games diselenggarakan dan kapan pertama kali pelaksanaannya? Mau tau jawabannya? Let’s check it out!

Asal usul Asian Games

Kamu tau ngga? Ternyata ide awal Asian Games adalah untuk menyatukan kembali hubungan negara-negara di Asia yang terkena dampak Perang Dunia ke dua. Selain itu, mereka berpikir bahwa generasi muda, adalah generasi penerus yang semangatnya harus disalurkan dalam kegiatan positif. Kompetisi olahraga, selain memberikan kebaikan bagi tubuh, juga meningkatkan adrenalin buat bersaing membela negaranya  dan juga meningkatkan ’nilai’ olahraga dimata dunia.

 

Pemerintah India, yang diwakili oleh Prof. Guru Dutt Sondhi, kemudian menyampaikan ide ini di Konfrensi Hubungan Asia dan meminta persetujuan buat menyelenggarakannya di India. Akhirnya, pada Maret 1951 terselenggaralah dan dibuka oleh Presiden Rajendra Prasa. Kompetisi ini diikuti oleh 41 peserta dengan enam cabang olahraga, yaitu atletik, akuatik, basket, sepeda, bola, dan angkat beban. Sejak tahun 1982, acara ini diselenggarakan oleh Olympic Council of Asia (OCA) dan perlombaannya diakui oleh International Olympic Committee (IOC).

Cabang Olahraga yang diperlombakan

Dari tahun ke tahun penyelenggaraannya, jumlah cabang olahraga yang diperlombakan selalu bertambah. Pada tahun 1954, pada penyelenggaraan ke dua di Manila, ada dua cabang olahraga yang ditambahkan yaitu tinju dan gulat. Pada tahun 1958, di Tokyo, cabang olahraga yang diperlombakan bertambah empat yaitu, hoki lapangan, menembak, tenis meja dan voli. Di Jakarta, pada tahun 1962 ditambahkan satu cabang olahraga yaitu tenis lapangan.

Kemudian pada tahun 1966 ditambahkan cabang bulu tangkis, hingga akhirnya pada tahun 2014 ada 36 cabang olahraga yang diperlombakan. Nah, tahun ini ada yang berbeda Teman Sehat. Ada sepuluh cabang olahraga baru, yang dipertandingkan di Asian Games 2018, yaitu cabang  basket 3×3, bridge, jet ski, paralayang, pencak silat, ju jitsu, sambo, kurash, panjat tebing, dan rollersport.

Asian Games 2018

Asian Games tahun ini, kembali diselenggarakan di Indonesia, di dua kota, yaitu Jakarta dan Palembang. Jumlah negara yang ikut berpartisipasi, yaitu 45 negara. Perlombaan ini, akan diselenggarakan di empat lokasi yaitu, Gelora Bung Karno (GBK), di sekitar Kota Jakarta, Sub-urban Jakarta dan Stadion Utama Gelora Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

Tahun ini Asian Games 2018 menggunakan tema “Energy of Asia”, yang menjelaskan bahwa tiga elemen yang dimilikinya yaitu, keragaman budaya, warisan, dan peninggalan bersejarahnya, jika disatukan akan menjadi kekutan yang perlu diperhitungkan oleh dunia.

Sumber: www.merdeka.com

Selain itu, tahun ini ada tiga maskot yang menjadi perwakilan dari aspek yang ada pada kompetisi ini, yaitu Bhin bhin (burung cendrawasih) yang mewakili aspek strategi. Kaka (badak bercula satu) yang mewakili aspek kekuatan dan Atung (kijang) yang mewakili aspek kecepatan.

Nah, itulah sekilas info tentang ajang kompetisi olahraga empat tahunan Asian Games, yang ternyata banyak makna dibalik terselenggaranya acara ini. Oh iya, jangan lupa mendukung Indonesia ya, dalam ajang ini! Bisa dengan menonton langsung pertandingannya atau menjadi pendukung yang baik sehingga bisa dicontoh oleh pendukung dunia lainnya. Yuk, semarakkan Asian Games 2018, Energy of Asia!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *