Makan Gorengan, Sehatkah?

gorengan-1-560b725d939773a505950121

Gorengan, adalah makanan yang bisa dibilang paling hits di Indonesia. Harganya yang murah, rasa yang enak, dan gampang ditemukan adalah alasan memilih makanan ini. Tapi, memakan gorengan dalam jumlah banyak dan sering, ternyata ngga baik juga buat kesehatan. Kenapakah itu? Check it out!

1. Penggunaan minyak yang berulang

Salah satu hal yang menjadikan gorengan berbahaya bagi kesehatan adalah penggunaan minyak yang berulang saat pembuatannya. Kebanyakan pedagang gorengan menggunakan minyak goreng berulang dalam jangka  waktu  yang  lama,  tanpa  diganti  dan  hanya  menambahkan  minyak  segar.  Kondisi  ini menyebabkan kerusakan minyak goreng. Minyak goreng yang rusak memiliki ciri berwarna  gelap (kecoklatan),  lebih  kental,  berbusa,  berasap, plus dihasilkannya bau tengik pada makanan yang digoreng. Rasa gatal pada tenggorokan ketika dikonsumsi juga jadi salah satu akibat jelek dari penggunaan minyak berulang.

minyak-goreng-hitam

2. Bisa meningkatkan risiko penyakit jantung

Penggunaan  minyak  yang berulang dengan  pemanasan  tinggi  dan kontak oksigen akan mengakibatkan minyak mengalami kenaikan asam lemak bebas. Peningkatan asam lemak bebas  dalam  tubuh  akan  berdampak pada kesehatan jantung. Selain  meningkatkan asam lemak bebas,  pemanasan  berulang  akan  membentuk  asam lemak trans. Asam lemak trans bisa meningkatkan LDL (kolesterol jahat) serta menurunkan HDL (kolesterol baik) sehingga membuat kolesterol darah semakin tinggi. Asam lemak trans juga bersifat aterogenik (memicu penyempitan, penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah) yang bisa menimbulkan penyakit jantung koroner.

3. Bisa lebih sering terpapar timbal

Pedagang gorengan biasanya menyajikan makanan mereka dalam sebuah lemari kaca atau wadah yang dialasi dengan kertas koran atau majalah. Penjual juga menggunakan koran dan majalah bekas ini sebagai wadah bagi konsumen yang ingin membawa pulang atau menikmati gorengan di tempat lain. Hal ini bisa merugikan kesehatan karena kertas koran atau majalah yang sering digunakan mengandung timbal (Pb) yang berasal dari tinta pada tulisan-tulisan di kertas koran dan majalah tersebut. Bahan yang panas dan berlemak akan mempermudah perpindahan timbal (Pb) ke dalam makanan. Kemudian, di dalam tubuh manusia, timbal (Pb) masuk melalui saluran pencernaan menuju sistem peredaran darah dan menyebar ke berbagai jaringan seperti ginjal, hati, otak, saraf, dan tulang.

Nah, Teman Sehat, mari lebih bijak lagi dalam memilih makanan. Ayo latih diri kita untuk hidup lebih sehat! (agt&don)

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *