Masih Suka Menyisakan Makananmu? Baca ini!

Halo Teman Sehat! Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan sepertiga dari semua makanan yang diproduksi di seluruh dunia terbuang sia-sia. Food waste atau sampah makanan yang dihasilkan oleh negara-negara Eropa dan Amerika Utara setiap tahunnya diperkirakan mencapai 115 kg/orang, sedangkan Afrika dan Asia Selatan/Tenggara diperkirakan menghasilkan food waste sebanyak 11 kg/orang setiap tahunnya.

Bagaimana dengan Indonesia?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Economist Intelligent Unit (EIU), Indonesia menempati peringkat ke-2 setelah Arab Saudi dari negara-negara yang paling banyak menghasilkan food waste setiap tahunnya. Sampah makanan yang dihasilkan oleh Indonesia adalah 300 kg/kapita/tahun.

Di ibukota Indonesia sendiri, hampir setengah dari sampah rumah tangga adalah sampah makanan. Ironis ya Teman Sehat, padahal masih banyak kasus kelaparan dan kurang gizi di Indonesia.

Baca juga: Masalah Gizi di Indonesia, Separah Apa?

Sebenarnya, apa sih food waste itu?

Food waste adalah setiap makanan yang seharusnya masih layak untuk kita konsumsi, namun tidak dikonsumsi dan dibuang karena berbagai alasan. Banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan food waste seperti sisa makanan baik di rumah tangga, restoran, sampai ke pusat perbelanjaan.

Selain food waste, ada juga istilah food loss untuk menyebut makanan yang hilang/rusak/terbuang selama proses produksi dan distribusi sebelum makanan tersebut sampai ke tangan konsumen.

Apa saja efek akibat menyisakan makananmu?

Teman Sehat, efek yang langsung dapat dirasakan adalah kerugian ekonomi, ya kan? Udah beli makanan mahal-mahal, eh masih disisain. Sisa makanan yang menjadi sampah ini juga ternyata menyumbang penambahan emisi gas karbon di atomsfer yang dapat menyebabkan efek rumah kaca dan perubahan iklim.

Yap, secara langsung sampah makanan akan menghasilkan gas metana dan secara tidak langsung proses produksi dan distribusi makanan juga membutuhkan banyak energi dari bahan bakar fosil yang juga menambah jumlah emisi gas karbon.

Selain itu, pernahkan Teman Sehat bayangkan, berapa banyak air yang digunakan untuk memproduksi makananmu? Jika 30% makanan kita jadi sampah, berarti 30% air yang digunakan untuk memproduksinya pun jadi terbuang sia-sia, padahal cadangan air bersih juga semakin menipis.

Baca juga: Pentingnya Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan

Bagaimana kita bisa membantu mengurangi food waste?

Kita bisa mulai dengan hal paling sederhana yaitu dengan tidak menyisakan makanan kita, Teman Sehat. Kalau kamu makan di luar, jangan sungkan untuk membawa pulang makanan yang masih tersisa untuk memakannya nanti di rumah atau kamu bisa juga memesan makanan dengan mengurangi porsinya supaya kamu tidak menyisakannya.

Selain itu, kamu juga bisa mengurangi food waste dengan cara belanja bahan makanan dengan cermat. Kamu bisa menghitung berapa banyak yang akan kamu konsumsi dan simpan sehingga kamu tidak membelinya secara berlebihan. Jangan lupa perhatikan juga tanggal kadaluarsa pada labelnya juga ya, sehingga kamu tau kapan harus menghabiskan makanannya.

Nah, jangan lupakan perjalanan panjang suatu makanan sebelum sampai di tanganmu ya Teman Sehat. Dengan tindakan kecil sesederhana tidak menyisakan makanmu, kamu sudah turut andil dalam menyelamatkan dunia.

Editor Proofreader: Agatha, S.Gz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *