Mentega vs Margarin, Pilih yang Mana?

Halo Teman Sehat! Pasti kamu udah ngga asing lagi dengan mentega dan margarin kan? Yap, sampai saat ini mungkin masih banyak perbedaan pendapat tentang kedua jenis sumber lemak ini. Lalu, mana yang lebih baik? Yuk, cari tau di sini!

Sekilas tentang mentega!

Ternyata, mentega udah dikenal sejak lama bahkan sebelum margarin dibuat, Teman Sehat! Kebanyakan mentega terbuat dari lemak susu sapi meskipun bisa juga dibuat dari susu hewan lainnya. Pembuatan mentega tergolong gampang loh Teman Sehat. Proses pembuatannya  adalah dengan melakukan pengadukan hingga molekul-molekul lemak saling lengket dan akhirnya menjadi padatan. Kalian pasti bisa buat sendiri di rumah kan?

Tapi, konsumsi mentega atau butter yang berlebih bisa berdampak bagi kesehatn kita, loh Teman Sehat! Hal ini disebabkan oleh lemak jenuh (saturated fat) yang ada di dalamnya. Konsumsi lemak jenuh yang berlebihan ini bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas, kenaikan LDL (kolesterol jahat), dan kaitannya terhadap resiko penyakit jantung.. Berbahaya sekali ya!

Sekilas tentang margarin!

Dari fakta tersebut, para ahli akhirnya menciptakan margarin, produk baru yang dinilai lebih baik. Cara pembuatan magarin ngga segampang mentega karena dibutuhkan larutan tambahan buat meningkatkan kualitas setara mentega, Teman Sehat! Selain itu, adapula proses hidrogenasi buat memadatkannya karena seperti yang kita tau, minyak nabati berbentuk cair pada suhu ruang kan.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa,margarin ngga kalah bisa berdampak negatif buat kesehatan. Ini terjadi karena margarin juga mengandung lemak trans akibat proses pembuatannya (hidrogenasi).

Sama seperti lemak jenuh, lemak trans bisa meningkatkan LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik), Teman Sehat!

Lalu, apa yang lebih baik?

Lisa Moscovitz, RD., seorang ahli dan CEO dari NY Nutrition group memberikan jawabannya. Kalau berkaitan dengan mentega atau margarin, pertanyaan yang benar bukanlah mana yang lebih sehat, melainkan mana yang memberikan lebih sedikit efek buruk jika dikonsumsi. Yap, dalam kasus ini, mentega memiliki efek buruk lebih sedikit karena margarin mengandung lemak trans yang muncul saat hidrogenasi. Tapi, ada juga loh margarin yang bebas dari lemak trans. Di sisi lain, margarin memiliki lemak tak jenuh lebih banyak daripada mentega, dan itu baik, Teman Sehat!

Teman Sehat masih belum bisa menghindari konsumsi butter dan margarin?

Tips berikut bisa memudahkan kalian dalam memilih mentega atau margarin terbaik loh! Simak!

Yap, carilah margarin yang kandungan lemak transnya 0 gram.

Produk yang mengklaim kandungan lemaknya 0 gram masih mungkin mengandung lemak trans loh, mengapa? Ya, itu karena sebuah perusahaan makanan bisa mengklaim produknya mengandung zero trans fat selama kandungannya kurang dari 0,5 gram per penyajian.

  • Lemak trans mengeras pada suhu ruang, maka semakin keras margarin, semakin banyak lemak trans yang dikandungnya.
  • Pilih produk yang sesuai dengan seleramu karena hal ini bisa meminimalisir konsumsi yang berlebih.

Tapi jika kalian ingin benar-benar mengonsumsi makanan yang sehat, gantilah mentega atau butter dengan olive oil, yogurt atau alpukat yang dihaluskan. Rasanya ngga kalah lezat ko, Teman Sehat!

Editor & proofreader: Kurnia Dwi Juliani, S.Gz

Sumber:

Gyorgy Scrinis, 2014. Margarine, butter, and the trans-fats fiasco. Journal of the World Public Health Nutrition Association. Vol: 5 Januari 2014.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *