Menyusui sambil Berpuasa, Boleh Ngga Ya?

Halo, Teman Sehat! Di bulan Ramadan ini, aktifitas sehari-hari harus terus berjalan, ngga terkecuali buat ibu yang sedang menyusui. Walaupun ngga diwajibkan, ada beberapa ibu menyusui yang memutuskan buat tetap berpuasa. Tetapi kadang ibu menyusui merasa khawatir akan kualitas Air Susu Ibu (ASI) yang dihasilkan dan kesehatan dirinya.

Nah, sebenarnya boleh ngga sih, ibu menyusui berpuasa? Ada ngga ya, dampaknya dengan kualitas ASI yang dihasilkan? Mau tau jawabannya? Let’s check it out!

Boleh ngga sih, ibu menyusui berpuasa?

Menurut penelitian yang dilakukan di Turki, secara umum ngga ada pengaruh signifikan yang terjadi pada kualitas ASI, kesehatan anak dan ibu menyusui yang berpuasa di bulan Ramadan. Selain itu, kandungan zat gizi makro (karbohidrat, protein dan lemak) pada ASI, yang dibutuhkan dalam jumlah besar, juga ngga menunjukkan adanya pengurangan selama ibu berpuasa. Karena secara mandiri, tubuh akan memproduksi lemak ASI dari persediaan lemak tubuh. 

Ada ngga ya, pengaruh lain jika ibu tetap berpuasa?

Jika dipembahasannya sebelumnya, ngga ada pengaruh pada kualitas ASI secara umum, tapi jika dilihat lebih dalam lagi, ada sedikit pengaruh yang terjadi pada kualitas ASI. Terjadi penurunan kadar zat gizi mikro pada ASI seperti kalium, zink, dan magnesium saat ibu menyusui berpuasa.

Tapi, hal ini ngga akan menyebabkan kualitas ASI kamu memburuk secara keseluruhan, karena ASI bisa berubah dan beradaptasi sesuai dengan kebutuhan bayi. Kesehatan anak juga ngga akan terpengaruh, jika jumlah ASI yang dikonsumsi sama seperti biasanya.

Kesehatan tubuh ibu menyusui yang berpuasa dan ngga berpuasa, ngga ada perbedaan jika dilihat dari komposisi kimia darah. Tetapi hal yang ditakutkan yaitu, ibu menyusui mengalami dehidrasi berat  yang bisa berpengaruh pada kesehatan ibu dan mengurangi jumlah ASI.

Saran untuk ibu menyusui saat berpuasa

Jika tetap ingin berpuasa saat menyusui, kamu harus menjaga pola makan yang seimbang dengan mengonsumsi sumber karbohidrat, protein, dan lemak sesuai kebutuhan pada saat sahur dan berbuka. Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi makanan tambahan yang bisa membuat jumlah ASI lebih banyak, seperti kurma.

Kurma memiliki zat oksitosin yang bisa mengencangkan otot sekitar payudara untuk  memudahkan pengeluaran ASI. Selain itu, konsumsi air minum yang cukup agar ngga terjadi dehidrasi. Jika kamu merasa sangat haus, pusing, lemas dan warna urin menjadi lebih gelap, lebih baik hentikan kegiatan berpuasa. Itu merupakan salah satu tanda tubuh dehidrasi. Konsumsi oralit dan beristirahat agar tubuh kembali sehat.

Nah, sekarang kamu udah tau kan, ternyata ibu menyusui boleh berpuasa Ramadan. Tapi ingat, harus perhatikan kondisi kesehatan kamu ya, saat berpuasa dan jangan dipaksakan jika ngga kuat. Tetap konsumsi makanan yang bergizi dengan jumlah yang sesuai, agar kandungan nutrisi ASI tetap optimal saat berpuasa.

 

 Editor & Proofreader : Firda Shabrina, STP.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *