MP-ASI Sumber Kolin dan DHA

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) berperan sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak setelah usia 6 bulan. Memilih MP-ASI yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia 6-24 bulan bukanlah hal yang mudah. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa MP-ASI yang tidak cukup penuhi gizi anak mengakibatkan banyak hal merugikan, dimulai dari imunitas yang menurun sehingga anak mudah terserang penyakit infeksi, badan anak yang kurus, postur tubuh anak pendek, hingga pertumbuhan dan perkembangan otak yang kurang optimal.

“Masa mengenalkan MP-ASI merupakan masa paling berbahaya dalam fase kehidupan” (Cameron dan Bogin, 2014 dalam bukunya yang berjudul Human Growth and Development edisi kedua)

Dalam banyak iklan, termasuk MP-ASI komersil, dua zat gizi yang paling sering dikaitkan dengan fungsi otak anak adalah kolin dan DHA. Apakah kedua zat gizi itu memang penting?

Kolin

Kolin secara resmi diakui sebagai zat gizi esensial oleh Institute of Medicine (IOM) pada tahun 1998. Kolin sangat diperlukan oleh manusia dan berperan dalam fungsi normal sel-sel tubuh. Dalam artikel yang berjudul “Choline: An Essential Nutrient for Public Health“, kolin berperan penting dalam perkembangan otak dan memori yang dimulai sejak masa janin. Kekurangan kolin sejak janin hingga usia 2 tahun akan menyebabkan perubahan struktur dan fungsi otak dalam percobaan yang dilakukan pada tikus.

DHA

DHA yang merupakan singkatan dari docosahexaenoic acid merupakan zat yang termasuk asam lemak tak jenuh berantai panjang (long chain polyunsaturated fatty acid/LC-PUFA) yang memang terbukti memberikan banyak manfaat untuk otak. Dalam review yang berjudul “DHA Effects in Brain Development and Function“, akumulasi DHA dalam otak terjadi selama masa janin hingga anak berusia 2 tahun. Jumlah DHA yang tinggi selama masa itu kemudian akan dipertahankan seumur hidup. Pertambahan DHA di otak masih terus berlangsung hingga memasuki usia anak-anak, namun jumlahnya terus menurun. Selama janin, DHA tentu hanya didapatkan dari asupan ibu. Setelah lahir, anak mengandalkan ASI dan MP-ASI dari ibu untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya DHA. DHA sangat penting untuk pembentukan dan fungsi optimal otak dan telah diteliti berkaitan dengan fungsi kognitif.

Lalu, apa MP-ASI sumber kolin dan DHA yang baik?

Penelitian terbaru berjudul “Eggs early in complementary feeding increase choline pathway biomarkers and DHA: a randomized controlled trial in Ecuador” yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition pada November 2017 lalu, menemukan MP-ASI sumber kolin dan DHA yang ternyata tidak mahal.

Penelitian ini dilakukan di wilayah pedesaan Provinsi Cotopaxi, Ekuador. Sebanyak 163 anak usia 6-9 bulan dan ibunya terlibat dalam penelitian ini. Sebanyak 80 anak diberikan ‘perlakuan’, yaitu 1 butir telur setiap hari selama enam bulan. Sedangkan 83 anak lainnya tidak diberikan telur.

Telur dihasilkan dari 5 peternakan kecil hingga menengah di area sekitar. Pakan ayam petelur yang diberikan terdiri atas jagung, kedelai, bubuk nasi, minyak kelapa sawit, dedak gandum, dan gula tetes.

Penelitian ini dimulai dengan mengukur berat dan panjang badan seluruh anak. Selain itu, dilakukan juga pengambilan darah untuk menilai kadar DHA, B12, kolin, dan zat gizi lain dalam darah.  Setelah 6 bulan, pengukuran berat badan dan panjang badan serta kandungan zat gizi dalam darah dilakukan kembali.

Ternyata, bayi yang diberi 1 butir telur setiap hari selama 6 bulan memiliki nilai kolin, DHA, dan zat penting lainnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan telur.

Ternyata, telur adalah salah satu MP-ASI sumber kolin dan DHA yang baik. Terbilang murah dan mudah ditemukan, maka sebaiknya telur dijadikan makanan wajib yang ada di dalam MP-ASI anakmu kelak ya!

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *