Mungkinkah Gula dan Penyakit Jantung Berhubungan?

Halo Teman Sehat! Kamu pasti udah tau kalau konsumsi gula berlebih bisa sebabkan penyakit diabetes. Yap, diabetes adalah pintu dari berbagai penyakit dan disabilitas lainnya. Tapi, akhir-akhir ini banyak beredar kabar kalau ada hubungan antara gula dan penyakit jantung. Mungkinkah itu terjadi?

Baca juga: Apa Itu Gula Tambahan? Apa Sumbernya? Berbahayakah?

Gula dan penyakit jantung

Pada pasien penyakit jantung koroner, mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi selama beberapa minggu mengakibatkan peningkatan total kolesterol, trigliserida, LDL, LDL yang teroksidasi, asam urat, resistensi insulin, toleransi glukosa yang abnormal, dan terganggunya fungsi platelet dalam darah.

Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh University of Surrey. Setelah 12 minggu diberikan asupan tinggi gula tambahan (650 Kal), terjadi perubahan dalam metabolisme lemak yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, serangan jantung, dan stroke.

Konsumsi gula tambahan, terutama gula tambahan yang telah melalui proses pabrikan, memiliki dampak yang lebih besar pada terjadinya penyakit jantung koroner dibandingkan dengan lemak jenuh. Ketika karbohidrat, terutama gula tambahan pabrikan menggantikan lemak jenuh, maka akan berdampak buruk pada profil lemak. Kolesterol baik atau HDL cenderung menurun jumlahnya dan trigliserida cenderung meningkat.

Gula tambahan jenis apa yang paling berpeluang meningkatkan risiko penyakit jantung?

Sukrosa (gula pasir) atau high frutsoe corn syrup (HFCS) dalam makanan dan minuman yang telah diproses adalah dua sumber gula tambahan yang paling berpotensi menyebabkan kerugian buat kesehatan. Mengonsumsi kedua jenis gula tambahan ini bisa menyebabkan resitensi leptin, yaitu hormon yang menjadi kunci dalam pengaturan berat badan. Konumsi gula tambahan ini bisa mengakibatkan peningkatan berat badan, sehingga risiko obesitas semakin nyata dan risiko penyakit jantung koroner semakin tinggi.

Baca juga: Macam-macam Pemanis Buatan yang Perlu Kamu Tau

Apakah ‘gula alami’ berisiko sebabkan penyakit jantung?

Gula alami yang terdapat dalam sayur dan buah sama sekali ngga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Masalahnya adalah gula pabrikan, dengan makanan yang telah mengalami pemrosesan tingkat tinggi. Produk dengan gula tambahan ada pada 75% makanan dan minuman kemasan di USA dan sebagian besar mengandung HFCS, yang ternyata bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan dengan gula lain, seperti glukosa.

Apakah makan sayur dan buah bisa mengurangi dampak dari konsumsi makanan/minuman tinggi gula?

Penelitian dari University of Surrey menemukan bahwa terlepas dari seberapa banyak sayur dan buah yang dikonsumsi menurut Healthy Eating Index, orang yang mengonsumsi lebih banyak gula tambahan tetap mempunyai risiko meninggal akibat penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi, ucap Dr Teresa Fung, salah satu Guru Besar Gizi di Harvard School of Public Health.

Gula, seperti yang pasti kamu udah tau, sangat berkaitan dengan peningkatan berat badan dan masalah gigi berlubang. Gula juga mengandung “kalori kosong”, yaitu hanya mengandung kalori yang ngga mengandung serat, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.

Meminum minuman manis ternyata, bisa meningkatkan tekanan darah. Asupan tinggi gula merangsang hati menghasilkan lemak berbahaya, sehingga lemak berbahaya ini akan lebih banyak terdapat di pembuluh darah. Nah, kedua faktor tadi berperan dalam menyebabkan penyakit jantung.

“Kalau kamu mau yang manis-manis, pilihlah makanan atau minuman yang manis berasal dari buah”, ungkap Dr Fung. Pilihlah buah tanpa tambahan gula.

Baca juga: Inilah Hubungan Sarapan dengan Penyakit Jantung

Nah, gimana Teman Sehat? Siapkah kamu mengurangi asupan gula tambahan buat menghindari penyakit jantung?

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *