Nutrient Gap, Gimana ya Cara Menanganinya?

Halo, Teman Sehat! Apa kabar kalian hari ini? Semoga tetap sehat dan semangat ya! Oh iya, kalian pernah dengar nutrient gap, ngga? Nutrient gap atau bisa disebut undernutrient merupakan keadaan saat jumlah konsumsi zat gizi tertentu yang masuk ke tubuh kamu ngga tercukupi, sehingga menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi.

Disadarai atau ngga, beberapa masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia masih termasuk ke dalam golongan nutrient gap. Terus, gimana ya supaya nutrient gap bisa dicegah? Kamu mau tau? Yuk simak penjelasannya di sini!

Masalah gizi yang terjadi

Teman Sehat, ternyata masalah gizi yang umum terjadi adalah gizi berlebih dan gizi kurang. Gizi berlebih akan menyebabkan kamu bisa terkena obesitas dan penyakit degeneratif lainnya. Sedangkan gizi kurang akan menyebabkan stunting dan berat badan kurang.

Nah, karena itu kamu perlu mengatur asupan zat gizi yang dibutuhkan. Kemarin (15 Mei 2018), bertepatan dengan diadakannya seminar “Updates on Concept and Application of Nutrient Density Gap” di Gedung SEAMEO RECFON, banyak hal yang dibahas mengenai topik ini.

Menurut Prof. Noel, untuk memenuhi kebutuhan zat gizinya, seseorang bisa melakukan tiga hal saat ingin mengonsumsi makanan, yaitu perhatikan jumlah makanan yang akan dikonsumsi (g), jumlah energi (kkal), dan ukuran porsi.

Tiga hal ini akan membuat kamu lebih mudah mengatur jumlah makanan dan asupan zat gizi yang dibutuhkan setiap harinya. Karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, dengan keadaan dan tingkat aktivitas yang berbeda.

Cara menanggulanginya

Menurut Dr. Umi, salah satu cara buat mendeteksi adanya nutrient gap yaitu dengan linear programming (LP). Linear programming merupkakan suatu cara buat menentukan jumlah makanan dan asupan zat gizi yang dibutuhkan setiap individu berdasarkan data jenis makanan, kebiasaan konsumsi makanan, dan tujuan konsumsi (kebutuhan ibu hamil, dll).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Umi dkk. di kabupaten Dompu, NTB menggunakan LP, dengan mengamati pola konsumsi makanan dan asupan zat gizi setiap harinya pada masyarakat, didapatkan kesimpulan bahwa remaja di sana kekurangan asupan zat gizi Fe (besi) dan vitamin C.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka dilakukan perhitungan nutrient gap yang kemudian menjadi dasar untuk pemberian buku panduan gizi seimbang untuk remaja dan penyuluhan asupan gizi yang dianjurkan (seperti konsumsi vitamin C dan zat besi dalam bentuk kapsul).

Sedangkan menurut Ibu Siti, untuk mengurangi nutrient gap ngga cuma melalui jumlah dan asupan zat gizi yang dibutuhkan, tetapi proses pengolahan makanan yang dikonsumsi. Karena makanan yang diproses dengan cara yang salah, akan memengaruhi jumlah kandungan zat gizi pada makanan.

 

Nah, sekarang kamu udah tau kan apa itu nutrient gap. Teman Sehat, jangan lupa ya selalu perhatikan konsumsi makanan dan jumlah asupan zat gizi kamu seperti total energi, gula, lemak, dan garam supaya bisa terkontrol.

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *