Siklus Mentruasi Picu Berat Badan Naik?

Halo Teman Sehat!

Sebagian besar orang terutama wanita pasti risau banget kalau berat badannya mulai naik. Apa kamu jadi salah satunya, Teman Sehat?

Yap. Bagaimana ngga risau Teman Sehat, karena selain berisiko tinggi terserang berbagai masalah kesehatan, berlebihnya berat badan juga bisa mempengaruhi kondisi psikologis, loh. Hal ini berhubungan erat dengan sikap perempuan yang sangat memperhatikan penampilan, terutama bentuk tubuhnya.

Sumber : Shazz @Wikimedia Commons

Siapa diantara kamu yang ngga ingin punya tubuh langsing bak model, Teman Sehat? Pasti mau semua kan? Nah, kenyataannya, justru banyak dari mereka atau mungkin Teman Sehat salah satunya, mengalami masalah dengan berat badan berlebih.

Sebenarnya ada banyak faktor yang memicu terjadinya berat badan berlebih, salah satunya adalah berlebihnya asupan kalori dan kurangnya aktifitas fisik.

Selain itu, Teman Sehat tau ngga, kalau ternyata, salah satu hal yang akibatkan berlebihnya asupan kalori adalah keadaan hormonal selama siklus menstruasi. Kok bisa?

Jadi, naik turunnya kadar hormon selama siklus menstruasi ini bisa berpengaruh pada perilaku makan yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya peningkatan nafsu makan.

Biasanya, peningkatan nafsu makan terjadi pada hari ke 16-28 selama siklus menstruasi. Hal ini terjadi akibat naik turunnya kadar hormon reproduksi. Kalau nafsu makan ini ngga bisa dikontrol kamu bisa beresiko mengasup energi secara berlebih yang bisa mengakibatkan kegemukan, Teman Sehat.

Terus, gimana sih mengontrol nafsu makan selama siklus menstruasi ini? Yap. Solusinya adalah melalui pengaturan pola makan dan aktifitas fisik.

Pengaturan pola makan bisa dilakukan dengan cara mengurangi porsi makanan sumber karbohidrat. Kamu juga bisa menambah porsi makanan sumber protein dan lemak “baik”, dengan tetap memperhatikan total kebutuhan kalori harian yang dianjurkan.

Sebenarnya, kenapa sih kamu harus mengurangi makanan sumber karbohidrat sementara kamu boleh menambah makanan sumber protein dan lemak baik? 

Alasannya, karbohidrat mudah dicerna dalam tubuh menjadi kalori sedangkan protein dan lemak lebih lama buat dicerna menjadi kalori. Protein juga bisa meningkatkan kepuasan saat kita makan sehingga bisa mencegah munculnya keinginan buat makan lagi. Sementara itu, lemak juga bisa buat kita lebih cepat kenyang. Kombinasi ketiga zat gizi ini diharapkan bisa bantu kamu buat mengontrol perilaku makan berlebih pada Teman Sehat, khususnya selama siklus menstruasi.

Selain pengaturan pola makan, pengaturan aktifitas fisik juga penting buat kamu lakukan, loh Teman Sehat! Aktifitas fisik bisa disesuaikan dengan kemampuan dan waktu. Kamu bisa mulai dari aktifitas yang paling sederhana seperti mencuci pakaian, bersih-bersih rumah, berjalan-jalan di sekitar rumah dan sebagainya.

Nah, kedua hal tadi gampang banget kan buat kamu lakukan kanTeman Sehat? Jadi, olahraga apa yang mau kamu lakukan dalam waktu dekat ini? Yuk, ajak juga keluarga dan teman kamu! (dwi&don)

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *