Ternyata, Vitamin Ini Bisa Cegah Leukemia

Leukemia, adalah penyakit yang beberapa hari lalu membuat salah satu artis Hollywood pemeran “Batman” pertama, Adam West, tutup usia pada usia 88 tahun. Suami Ririn Ekawati, salah satu artis Indonesia, juga meninggal dunia setelah 4 tahun melawan penyakit ini.

Sebenernya, apa sih leukemia itu? Bisa ngga sih penyakit ini dicegah? Yuk, simak ini, Teman Sehat!

Apa itu leukemia?

Leukemia adalah kanker sel darah. Sebagian besar sel darah diproduksi oleh sumsum tulang. Pada penderita leukemia, sumsum tulang memproduksi sel darah putih yang abnormal, yang disebut sebagai sel leukemia.

Pada awalnya, sel leukemia bisa berfungsi hampir normal, tetapi lama-kelamaan, semakin banyak sel leukemia yang diproduksi. Hal ini mengganggu sel darah putih, sel darah merah, dan zat pembeku darah lainnya yang normal. Nah, hal inilah yang menghambat darah melakukan fungsi normalnya.

By the way, ini nih fungsi sel darah yang normal, Teman Sehat:

  • Sel darah merah menyebarkan oksigen dan zat gizi ke seluruh bagian tubuh
  • Sel darah putih melawan infeksi dan serangan penyakit
  • Platelet bantu mengendalikan pendarahan dengan melakukan pembekuan darah

Siapa yang berisiko menderita leukemia?

Biasanya, leukemia lebih sering terjadi pada orang berusia lebih dari 55 tahun, tapi, leukemia ini adalah kanker yang paling sering terjadi pada anak usia kurang dari 15 tahun.

Apa sih yang sebenrnya menyebabkan leukemia? Nah, ini adalah misteri, Teman Sehat. Tapi, sebagian besar referensi bilang kalau leukemia disebabkan oleh penyakit dan kelainan genetik.

Apakah tanda dan gejala leukemia?

Umumnya, penderita leukemia mengalami demam, sering infeksi, sering mengalami pendarahan dan memar, nyeri pada bagian tulang atau sendi, pembengkakan pada saluran limfe, terutama bagian leher atau ketiak, juga penurunan berat badan. Jumlah sel darah putih juga bisa meningkat secara abnormal, tetapi kemudian menurun secara drastis.

Sekitar 58,5% orang yang didiagnosis leukemia bisa bertahan 5 tahun atau lebih.

Bisakah gizi cegah leukemia?

Teman Sehat, taukah kamu?

Penelitian dari University of California, San Diego School of Medicine, menemukan bahwa ternyata leukemia paling banyak terjadi pada negara-neraga yang jauh dari garis khatulistiwa dan dekat dengan kutub, misalnya, Australia, New Zealand, Chili, dan Amerika. Sebaliknya, kasus leukemia terendah berada pada negara yang dekat dengan garis khatulistiwa, seperti Bolivia, Samoa, Madagaskar, dan Nigeria.

Ternyata, hal ini berkaitan dengan sinar matahari, Teman Sehat. Sinar matahari terbanyak didapatkan pada negara yang dekat dengan garis khatulistiwa. Ada apa di sinar matahari? Yap, ada ultraviolet B yang akan membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh.

vitamin ini bisa cegah leukemia

Contoh sumber vitamin D pada makanan adalah ikan, keju, dan kuning telur. Tapi, sumber utama vitamin D buat tubuh adalah sinar ultraviolet B dari sinar matahari yang masuk ke kulit. Penderita leukemia punya kadar vitamin D yang lebih rendah dibandingkan dengan yang sehat.

Kok bisa vitamin D cegah leukemia? Vitamin D bisa tingkatkan sistem imun tubuh dengan melawan infeksi virus dan mengontrol pertumbuhan sel, agar sel bisa beradaptasi dengan organ atau harus mati.

Nah, buat kita orang Indonesia yang terpapar banyak sinar matahari, kita harus banyak bersyukur, Teman Sehat! Rajin-rajin kena sinar matahari pagi sebelum jam 10 ya, Teman Sehat! (agt&don)

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *