Tips Mengatasi Anak Picky Eater

Halo Teman Sehat! Para bunda pasti sering dibuat pusing karena si kecil yang suka pilih-pilih makanan. Biasanya, kebiasaan pilih-pilih makanan ini muncul saat anak usia 1-3 tahun, tapi menurut beberapa keluhan orangtua juga bisa terjadi pada anak usia lebih dari 5 tahun. Bunda pasti takut kalau anak ngga memperoleh nutrisi yang cukup untuk proses tumbuh-kembangnya. Kebiasaan pilih-pilih makanan termasuk ke dalam istilah food preference.

Picky eater berarti anak mau mengkonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenalnya tapi menolak mengkonsumsi dalam jumlah yang cukup atau dalam porsi yang kecil

Bukan cuma jumlah yang ngga cukup, picky eater juga berhubungan dengan rasa dan tekstur makanan. Walaupun pilih-pilih makanan, picky eater masih mau mengkonsumsi minimal satu macam makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, sayur/buah dan susu. Misalnya, walaupun anak ngga mau makan ikan, tapi ia masih mau makan daging atau telur ayam.

Nah, masalah yang satu ini sering membuat para bunda pusing bahkan frustasi. Berikut ini tips-tips untuk mengatasi si picky eater yang bisa Teman Sehat terapkan:

1. Mulailah dengan porsi yang sangat kecil

Maksud dari pemberian makanan dengan porsi kecil ini adalah agar anak ngga bosan atau kaget dengan rasa baru, karena dengan porsi kecil lebih cepat untuk dihabiskan. Begitu si kecil memakannya, beri dia makanan yang dia sukai. Kemudian, pada kesempatan berikutnya, tingkatkan porsi makanan baru tersebut dan mulailah dibiasakan.

2. Berikan makanan baru yang sama secara berulang

Seorang anak harus mencoba sesuatu yang baru 10 sampai 15 kali sebelum dia menyukainya. Ini memberikan kesempatan bagi anak untuk mengenali rasa makanan secara jelas. Kebanyakan orangtua malas untuk mengenalkan makanan baru saat waktu makan siang atau malam, karena takut mengganggu acara makan sekeluarga. Sebagai gantinya Teman Sehat bisa memberikannya diantara dua waktu makan makan alias sebagai makanan selingan.

3. Batasi makanan ringan dan minuman

Banyak anak-anak yang menolak makanan baru, namun cenderung makan makanan ringan atau minuman sepanjang hari, yang membuat mereka merasa kenyang di saat jam makan tiba. Begitu keluarga mengatur kembali makanan ringan pada waktu yang relatif konsisten, anak-anak akan lebih mudah menerima sesuatu yang baru karena mereka benar-benar lapar.

4. Hadirkan teman bermain untuk anak

Apa yang orang tua makan bisa mempengaruhi apa yang anak coba, tapi hal ini dikalahkan oleh pengaruh teman-temannya. Anak-anak pada usia 1-3 tahun cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya, misalnya anak prasekolah lebih mungkin mencicipi mangga saat mereka melihat teman sekelasnya melakukannya. So, punya teman dengan kebiasaan makan yang baik sangat berpengaruh positif bagi si anak.

Nah, itulah tips-tips yang bisa Teman Sehat terapkan dalam menghadapi anak yang picky eater. Jangan lelah mencoba ya! Kalau kamu punya tips-tips lainnya, boleh banget di share dengan mengisi kolom komentar di bawah ini!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, S.Gz

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *