Tips Mengurangi Resiko Kontaminasi Listeria di Makanan!

Halo, Teman Sehat! Kamu tau ngga, beberapa hari yang lalu sempat heboh loh, berita rock melon dari Australia yang terinfeksi bakteri Listeria, dan ini kedua kalinya terjadi penarikan bahan pangan yang mengandung Listeria di Indonesia. Sebelumnya kasus ini juga pernah terjadi, tapi bedanya produk yang terkontaminasi apel merah dari Amerika. Terus gimana ya cara mengurangi resiko kontaminasi Listeria di makanan yang kamu konsumsi? Yuk, simak tips nya di sini! Let’s check it out!

Cara bakteri Listeria masuk ke makanan

Bakteri Listeria bisa ditemukan dimakanan yang siap makan (ready to eat), daging beku, produk dairy (susu dan olahannya yang ngga dilakukan pemanasan), dan makanan segar (sayur dan buah). Biasanya, bakteri Listeria yang mencemari bahan segar (sayur dan buah)  berasal dari kotoran yang dipakai sebagai pupuk di tanaman. Awalnya bakteri ini ngga bersifat patogen (jahat), tapi saat bertemu dengan sel hewan atau manusia bakteri ini bersifat patogen. Pada makanan, seperti salad atau buah potong, adanya kontaminasi silang pada alat pemotong, seperti pisau dan talenan, bisa menjadi salah satu penyebab makanan terkontaminasi bakteri ini, loh!

Apa sih bahayanya Listeria yang masuk ke makanan?

Sumber : foodsafety.asn.au

Bahaya dari bakteri ini adalah timbulnya penyakit listeriosis, yaitu penyakit yang disebabkan infeksi dari bakteri Listeria monocytogenes. Penyakit ini jarang terjadi Teman Sehat, tapi saat terjadi kemungkinan kematiannya tinggi. Resiko penyakit ini bisa dialami oleh orang yang sehat, orang lanjut usia, wanita hamil, bayi yang baru lahir, dan orang yang memiliki sistem imun yang lemah.

Jika bakteri ini terinfeksi oleh orang yang sehat, akan menyebabkan diare dan demam dan jika dialami oleh ibu hamil, maka hal yang paling parah terjadi yaitu bayi yang dikandungnya akan keguguran. Bahkan, jika terinfeksi dalam dosis 1,9 x 105/g – 1,2 x 109/g, bisa menyebabkan kematian.

Ternyata seram juga ya, Teman Sehat kontaminasi dari bakteri ini. Nah, supaya kamu bisa mengurangi resiko kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes di makanan yang dikonsumsi, yuk simak beberapa tips ini!

1. Bersihkan dan pisahkan

Teman Sehat, selalu bersihkan tangan kamu sebelum dan setelah mengolah makanan. Cuci sayur dan buah dengan air mengalir. Selain itu, kamu juga harus memisahkan dan mencuci tempat penyimpanan dan peralatan yang digunakan buat memproses sayur, buah dan bahan mentah (daging, seafood dan telur). Ini dilakukan supaya ngga ada kontaminasi bakteri jahat antar bahan pangan.

2. Simpan makanan pada suhu yang tepat!

Suhu yang tepat, bisa membunuh bakteri ini secara perlahan loh! Kamu bisa mengatur suhu lemari pendingin dengan suhu 4˚C dan suhu freezer (-18˚C) atau dibawahnya. Kamu juga harus memperhatikan suhu di lemari es, supaya suhunya tetap sesuai buat menghambat pertumbuhan bakteri Listeria, bukan malah mempercepat pertumbuhan bakteri ini. Menaruh termometer pada kulkas, bisa memudahkan kamu mengontrol suhu kulkas loh.

3. Bersihkan kulkas

Makanan yang tercecer di kulkas, bisa jadi tempat bakteri Listeria tumbuh loh! Jadi kamu harus membersihkan kulkas menggunakan air hangat dan sabun supaya lingkungan sekitar kulkas bersih. Bersihkan dinding dan tempat penyimpanan buat menaruh bahan-bahan makanan di kulkas, lalu keringkan menggunakan kain atau handuk kering.

4. Perhatikan cara memasak dan konsumsi makanan

Mulai sekarang kamu harus memasak daging hewani (sapi, ayam, kambing) dan seafood sampai matang dan bagian dalamnya benar-benar matang. Ini dilakukan, supaya mengurangi resiko keracunan dari bakteri jahat, termasuk Listeria.

Nah, kalau kamu suka mengonsumsi makanan siap santap, seperti salad, buah potong, daging asap, atau keju dan susu segar tanpa pemanasan, makanan itu harus cepat kamu konsumsi. Kenapa? Supaya ngga ngasih kesempatan bakteri jahat seperti Listeria buat hidup dan tumbuh, atau kalau kamu ingin menyimpannya, simpanlah di kulkas tapi jangan terlalu lama, ya!

Yuk, Teman Sehat mulai perhatikan cara mengolah dan mengonsumsi makanan yang baik dan benar! Jangan lupa praktekan tips-tips ini yaa!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *