Tren Konsumsi Minuman Manis Kekinian, Bahayakah?

Hai Teman Sehat! Kamu anak muda zaman now pasti udah akrab dengan minuman manis kekinian bukan? Kini, minuman manis emang banyak dijual di gerai-gerai terutama  tempat perbelanjaan. Ada minuman teh, kopi, coklat, atau soda dengan sirup rasa buah yang biasanya ditambah topping menarik supaya makin cantik. Contohnya aja bubble drinks atau Thai tea yang sedang menjamur saat ini. Tapi, apakah minuman itu aman buat kamu? Cari tau di sini!

Sebagian besar minuman kekinian cenderung manis. Padahal, menurut Depkes RI (2014), konsumsi gula tambahan yang dianjurkan dalam sehari, yaitu maksimal 4 sendok makan atau sekitar 50 gram. Apabila gula yang dikonsumsi melebihi batas, beberapa risiko kesehatan mungkin aja bisa menimpa kita seperti peningkatan berat badan atau bahkan diabetes tipe 2. Wah, cukup membahayakan juga ya ternyata.

Teman Sehat, buat kamu yang sedang dalam program penurunan berat badan atau ingin menjaga kondisi tubuh agar tetap fit, membatasi asupan gula adalah suatu keharusan.

Inilah jenis minuman manis yang perlu dibatasi konsumsinya, Teman Sehat!

Teh dan kopi

Buat kamu yang mau mengonsumsi teh atau kopi, ada baiknya jangan terlalu manis, ya Teman Sehat! Kamu bisa request buat dikurangi kadar gulanya loh atau lebih baik lagi bila membuat di rumah tanpa menambahkan pemanis sama sekali, Teman Sehat!

Minuman berperisa buah

Jenis ini berbeda dengan jus buah yang menggunakan buah asli yang dibuat secara langsung ya, Teman Sehat! Kalau minuman berperisa buah ini biasanya dikemas menggunakan karton minuman dalam porsi sekitar 1 liter, menggunakan pemanis tambahan, dan jumlah sari buah asli yang terkandung sangat sedikit. Kamu bisa membandingkan komposisi beberapa minuman pada kemasan terlebih dahulu sebelum membelinya.

Minuman berperisa tanpa kandungan sari buah

Bedanya dengan minuman berperisa buah, pada jenis ini rasa yang dihasilkan hanya menggunakan bahan tambahan pangan sebagai perisanya dan ditambahkan dengan pemanis tentunya.

Minuman isotonik (sport drinks)

Seringkali ketika usai berolahraga, mengonsumsi minuman isotonik lebih menarik dibandingkan dengan air putih. Padahal, air putih jauh lebih baik loh apabila kamu ngga terlalu membutuhkan pergantian cairan secara cepat seperti atlet yang sedang berlatih atau bertanding.

Minuman energi

Selain gula yang terkandung dalam minuman berenergi, kafein yang terkandung di dalamnya juga perlu dibatasi. Tentunya segala sesuatu yang berlebihan ngga baik kan Teman Sehat?

Minuman karbonasi/soda berkalori

Sebagian besar minuman karbonasi berkalori mengandung gula yang lebih tinggi kadarnya dibandingkan dengan minuman kemasan jenis lain.

Nah, mulai saat ini yuk kita berhati-hati dalam mengikuti tren mengonsumsi minuman manis kekinian. Sebaiknya, jangan terlalu sering mengonsumsi minuman manis dan apabila terdapat label informasi gizi, diperhatikan terlebih dahulu ya sebelum membeli!

Editor & proofreader: Kurnia Dwi Juliani, S.Gz

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *