Yuk, Cari Tahu tentang Biang Keringat dan Cara Pencegahannya!

Halo Teman Sehat! Pernahkan kamu melihat kulit punggung bayi kemerahan, kering, disertai banyak gelembung kecil berair? Jika pernah, maka itulah yang disebut biang keringat. Biang keringat dikenal sebagai keringat ‘buntet’ atau dalam istilah kedokteran disebut miliaria. Ini merupakan kelainan kulit yang sering ditemukan pada bayi akibat keringat berlebihan disertai sumbatan kelenjar keringat pada bagian dahi, leher, dada, punggung, dan kepala bayi.

Jenis-Jenis Biang Keringat

Berdasarkan kelainan kulitnya, biang keringat dibagi atas tiga bentuk, yaitu”

  1. Miliaria kristalina

Kelainan kulit ini biasanya cepat sembuh dan meninggalkan bekas seperti sisik halus. Bisa ditemukan di daerah dahi, leher, punggung, dan dada. Kelainan kulitnya berupa gelembung kecil berukuran 1-2 mm, berisi cairan jernih, tanpa disertai kulit kemerahan.

  1. Miliaria rubra

Biang keringat tipe ini merupakan keluhan yang paling sering ditemukan dengan gejala rasa gatal dan pedih terutama bila berkeringat. Umumnya terjadi pada anak-anak yang tinggal di daerah tropis dengan udara yang panas dan lembab. Selain itu, ventilasi udara yang kurang baik, pakaian yang tebal dan ketat, serta aktivitas berlebihan pada bayi menyebabkan produksi keringat berlebih dan memperparah terjadinya masalah kulit jenis ini. Kelainan kulitnya tampak sebagai gelembung merah dan kecil, bisa tersebar ataupun berkelompok.

  1. Miliaria profunda

Merupakan bentuk yang jarang dijumpai. Kelainan ini tidak gatal dan terutama ditemukan di badan, lengan, dan tungkai. Kelainan kulit berupa bintil putih, keras, berukuran 1-3 mm dan ngga disertai kemerahan.

Pencegahan

Biang keringat bisa dicegah dengan cara-cara sederhana loh Teman Sehat! Orangtua bisa memandikan bayi paling sedikit dua kali sehari menggunakan air dan sabun. Bila bayi berkeringat, sesering mungkin dibasuh dengan menggunakan handuk basah, kemudian dikeringkan dengan handuk lembut. Setelah itu, bisa diberikan bedak tabur. Bedak tabur sangat bermanfaat untuk mendinginkan, mengurangi rasa gatal, dan gesekan pada kulit bayi yang kering.

Perlu diperhatikan, bahwa dalam memberikan bedak, orangtua harus membasuh keringat bayi terlebih dahulu. Jika tidak, akan terjadi penyumbatan sehingga mempermudah terjadinya infeksi jamur dan bakteri. Terakhir, orangtua bisa menghindari penggunaan pakaian tebal, bahan nilon, atau wol yang ngga menyerap keringat.

Biang keringat sebenarnya merupakan kelainan kulit ringan, tetapi karena seringkali terdapat kekeliruan pada perawatan kulit bayi, penyakit ini bisa berlanjut menjadi bisul akibat infeksi bakteri atau jamur. Apabila sudah timbul luka dan bisul pada bayi, sebaiknya orangtua segera membawa si kecil ke dokter. Namun, jika berupa gejala ringan saja, perawatan kulit bayi yang teratur cukup untuk mencegah terjadinya biang keringat.

Ternyata biang keringat mudah sekali di atasi ya, Teman Sehat! Kalau kamu punya tips lainnya dalam mengatasi biang keringat, boleh banget di share dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia S.Gz

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *