Yuk Kenalan Sama 4 Bakteri Patogen selain Listeria!

Halo Teman Sehat! Pernah dengar listeriosis? Yup, listeriosis adalah penyakit yang disebabkan bakteri Listeria monocytogenes yang lagi naik daun karena kasus di Australia. Di dua artikel sebelumnya, kita udah bahas mengenai penyakit infeksi yang satu ini. Nah, sebenernya banyak loh bakteri patogen lainnya yang mencemari makanan selain listeria dan penyebarannya pun karena konsumsi makanan via oral! Penasaran?

Yuk, kenalan  dengan 4 bakteri patogen pada makanan yang secara ngga sadar sering kita jumpai!

1. Salmonella species (Salmonella spp.)

Proporsi kejadian food borne illness alias penyakit yang ditularkan lewat makanan yang disebabkan bakteri Salmonella spp. terjadi di berbagai negara, salah satunya yang terbanyak yaitu di Inggris yang mencapai 13%. Angka yang cukup fantastis kan? Gejala yang ditimbulkan ngga berbeda dengan gejala pada umumnya yaitu mual, muntah, nyeri perut, demam dan sakit kepala. Sumber makanan yang terkontaminasi Salmonella spp. seperti daging sapi, daging unggas, susu, telur ataupun olahan telur mentah.

2. Escherichia coli (E. coli)

Berbeda dengan salmonella, E.coli hanya menyebabkan penyakit sekitar 2-3% di Inggris. Tapi, infeksi bakteri ini umum terjadi di Indonesia.  Gejala yang ditimbulkan yaitu nyeri perut, diare berdarah, bahkan komplikasi dan gagal ginjal. Sumber makanan kontaminasinya yaitu daging mentah, sayur mentah dan susu mentah.

3. Listeria monocytogenes (L. Monocytogenes)

Bakteri yang sedang booming ini, khususnya di Australia, ternyata hanya memberikan dampak 2-3% kejadian di Inggris. Seperti dibahas dalam artikel-artikel sebelumnya gejalanya yaitu seperti gejala flu dan apabila sudah parah bisa menyebabkan septicaemia ataupun meningitis. Sumber makanan kontaminasinya bisa dari hot dog, makanan siap saji, daging unggas mentah maupun susu dan olahan susu yang tidak dipasteurisasi. Adapun kelompok resiko yang rentan yaitu wanita hamil, orang tua, dan orang dengan sistem imun rendah.

4. Clostridium botulinum (C. botulinum)

Bakteri jenis ini adalah bakteri yang tumbuh dan berkembangbiak di produk makanan/minuman kaleng. Oleh karena itu, apabila kita membeli makanan ataupun produk olahan yang dikemas dalam kaleng, hindari kaleng yang sudah penyok ataupun menggembung karena menandakan bakteri udah berkembangbiak. Gejala yang muncul akibat keracunan bakteri ini (botulisme) adalah mulut kering, pusing, lemah, mual, muntah, bahkan disertai munculnya gejala neurologis seperti pandangan kabur, kesulitan menelan, kesulitan bicara, lemah otot, dan apabila ngga segera ditangani bisa menyebabkan kematian.

Untuk menghindari food borne illness ada 3 tips dasar yang bisa Teman Sehat terapkan, yaitu:

  • Hindari konsumsi makanan mentah ataupun setengah matang, pastikan makan makanan yang benar-benar matang.
  • Bersihkan dan cuci bahan makanan sebelum dimasak dan jaga makanan agar ngga terkena kontaminasi silang.
  • Perhatikan label dan kemasan saat membeli produk kalengan

Nah, banyak ya ternyata bakteri seperti Listeria monocytogenes yang mengancam lewat makanan yang kita makan sehari-hari. Oleh karena itu, Teman Sehat perlu memperhatikan banget apa yang Teman Sehat konsumsi Ingat selalu pepatah “you are what you eat”, pastikan makanan sehatlah yang masuk ke tubuh!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *