Yuk, Kenalan sama Tepung Roti di Donat Mi Instan!

Teman Sehat, pasti kamu ngga asing lagi kan, sama makanan yang sedang viral ini. Yap, donat mi instan. Makanan berbentuk donat dengan bahan dasar mi yang dibalut dengan tepung roti. Tepung roti yang ditambahkan, akan membuat makanan ini lebih renyah dan gurih. BTW, kamu tau ngga tepung roti itu terbuat dari apa? Terus apa aja ya, kandungan gizi, jenis, dan sisi positif-negatif dari tepung roti? Mau tau? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Tepung roti dibuat dari apa, ya?

Sumber: viva.co.id

Teman Sehat, ternyata tepung roti itu terbuat dari adonan tepung gandum yang diproses dengan pemanggangan sehingga menghasilkan remah roti kering, yang disebut tepung roti. Biasanya, tepung ini digunakan buat menambah ‘kesan’ renyah pada makanan. Adanya penambahan lapisan tepung roti pada produk, akan meningkatkan daya tarik konsumen terhadap suatu produk makanan.

Ini loh, jenis tepung roti dan karakteristiknya!

Biasanya, tepung roti yang dijual di pasaran ada beberapa jenis, berdasarkan tekstur dan ukurannya, yaitu kasar, sedang dan halus. Perbedaan tekstur ini, biasanya dipengaruhi oleh bahan dan proses yang digunakan saat membuat tepung. Tepung dengan tekstur yang kasar, akan terlihat lebih mencolok jika dilapisi pada makanan dan teksturnya juga lebih renyah.

Tepung dengan tekstur yang kasar akan lebih lambat dan sedikit menyerap air.  Karena luas permukaan tepung yang besar, sehingga butuh waktu yang lama buat menyerap air. Sedangkan tepung yang halus, akan lebih mudah menyerap air. Makanan yang dilapisi tepung roti yang ngga terlalu padat, akan cenderung menyerap minyak lebih cepat dan menyebabkan minyak lebih cepat menghitam, dari pada tepung roti yang dilapisi tepung lebih padat.

Sisi positif -negatif tepung roti

Teman Sehat, apa ya, jadinya kalau kamu makan donat mi instan, risoles atau  ayam courdon blue tanpa tepung roti? Pasti ada sesuatu yang kurang. Yap, tujuan tepung roti yang ditambahkan pada makanan yang di goreng, yaitu agar menambah cita rasa dan tekstur pada makanan. Selain itu tepung roti juga membuat tampilan makanan lebih ‘cantik’, karena setelah digoreng menyebabkan warnanya menjadi menarik.

Tapi, kamu juga harus ingat ya! Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng dan dibalut dengan tepung roti. Makanan dengan balutan tepung roti, bisa meningkatkan risiko kesehatan, loh! Selain tinggi kalori, karena adanya proses penggorengan dan penyerapan minyak, reaksi pencoklatan (mailard) pada makanan saat digoreng bisa meningkatkan pembentukan zat pemicu kanker, yaitu akrilamida.

Jika dikonsumsi melampaui batas, akan memacu pembentukan senyawa akrilamida  lebih banyak dan bisa menyebabkan tumor pada kelenjar tiroid, sistem saraf, uterus, dan jaringan lainnya. Hal ini bisa diminimalisir, jika bahan dan proses pembuatan tepung roti dimodifikasi agar pembentukan zat akrilamida bisa dikurangi.

Nah, sekarang kamu udah tau kan? Ternyata tepung roti di donat mi instan itu berasal dari mana dan apa aja sisi positif negatifnya. Yuk, bijak dalam memilih, menggunakan, dan mengonsumsi bahan pangan, agar manfaat zat gizi yang ada di makanan bisa diserap oleh tubuh kamu!

Editor & Proofreader : Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *