3 Cara Ini bisa Bantu Deteksi Dini Kanker Payudara!

Halo Teman Sehat!

Di dunia termasuk Indonesia, kanker payudara masih jadi ancaman terbesar kesehatan wanita. Kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker yang menyerang perempuan Indonesia loh, Teman Sehat!

Data Globocan, IARC (International Agency for Research on Cancer) tahun 2012, menyatakan kalau kasus terbaru kanker payudara di Indonesia mencapai 43,3% dan persentase kematian akibat penyakit ini mencapai 12,9%. Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan berbagai organisasi seperti Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) terus menggalakkan kegiatan buat melawan kanker payudara.

Sebenarnya, cara deteksi dini kanker payudara jadi langkah awal baik sebelum bahaya penyakit ini menyerang tubuh kamu. Lalu, gimana sih cara deteksi dini kanker payudara ini? Yuk, simak rangkaian ulasan berikut!

Sebelumnya, apa sih itu kanker payudara? Yuk, kenalan!

Mungkin kamu udah tau kalau kanker payudara adalah penyakit tumor ganas di jaringan payudara yang bisa menyebar (metastasis) ke organ-organ lain. Penyakit ini biasanya ditandai dengan timbulnya benjolan di payudara yang ngga menyakitkan, keras, dan punya tepian yang ngga rata.

Apa saja faktor risiko yang bisa menimbulkan munculnya penyakit ini?

Faktor risiko dari kanker payudara antara lain menstruasi pertama (menarche) pada usia kurang dari 12 tahun, perempuan menopause di atas 50 tahun, perempuan yang belum pernah melahirkan atau ngga pernah menyusui, dan perempuan yang melahirkan anak pertama di usia kurang atau sama dengan usia 35 tahun. Faktor keturunan juga bisa jadi salah satu penyebabnya loh, Teman Sehat!

Lalu, gimana cara deteksi dini kanker payudara?

Kegiatan deteksi dini buat mengetahui tanda-tanda awal kanker payudara terdiri atas tiga kegiatan, yaitu SADARI (Periksa Payudara Sendiri), SADANIS (Periksa Payudara Klinis), dan Mamografi.

1. SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

SADARI jadi cara deteksi yang paling murah dan mudah loh, Teman Sehat! Cara ini sebaiknya dilakukan sebulan sekali setelah selesai haid sejak wanita dapat haid pertama. Waktu yang tepat buat SADARI adalah hari ke 10 dihitung dari hari pertama menstruasi atau setiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause.

Dengan ini, kamu kaum perempuan akan memahami perubahan sekecil apapun di payudaranya sehingga kalau ada kanker payudara bisa lebih awal terdeteksi atau ditemukan masih di stadium awal. Harapan buat sembuh kalau kanker ditemukan secara dini (ukuran tumor masih kecil kurang dari 1 cm) ini mencapai 100 %, Teman Sehat!

2. SADANIS (Periksa Payudara Klinis)

SADANIS adalah kegiatan pemeriksaan  payudara  yang dibantu oleh  petugas  kesehatan terlatih seperti dokter atau bidan.

3. Mamografi

Mamografi adalah pencitraan dengan sinar X pada jaringan payudara yang dikompresi. Hasil terbaik mamografi sebaiknya dikerjakan pada usia >40 tahun. Pemeriksaan mamografi yang optimal baik dilakukan pada hari ke 7-10 dihitung dari hari pertama menstruasi. Hal ini juga bisa mengurangi rasa ngga nyaman pada wanita saat dikompresi.

Nah, gampang banget kan Teman Sehat buat dilakuin! Dengan ini, kamu bisa mengenal lebih dekat tentang kanker payudara. Jangan takut buat periksa dan tetap jaga kesehatan dan cantiknya tubuh kamu dengan ber-pola hidup sehat ya, Teman Sehat! (dwi&don)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.